Ikhwal Ziarah Seorang Gadis

olehwilbasmu Diterbitkan 29 August 2018

Aku selalu mengagumimu.



Bak semut menggilai gula, anai-anai memuja cahaya.



Camar-camar kerap berseloroh sesuka pundi hawanya.



Dongkol mungkin, melihat mentari yang gagal membakar rasaku padamu.



Entah, bagaimana lagi caraku menjelaskan pada mereka.



Frekuensi kami tak pernah sama.



Gegunung tak beda juga, membisik tiap malam agar aku tak usah lagi mencintamu.



 



Hati ini menyimpan berjuta perkara yang tidak semua makhluk paham.



Itu memang telah menjadi fitrah.



Jadi, apa yang perlu dirisaukan?



Kalaupun sekarang aku dan kamu tak mungkin bersama.



Lantangnya auman singa bukanlah sebabnya.



Murka badai topan pun bukan jadi alasannya.



Nanti kau pasti tahu dan akan kuceritakan tentang banyak hal.



 












Via pixabay.com


 



Ode yang siang malam kumunajatkan pada Tuhan.



Prosa yang tercipta dari sedu sedan.



Quintet berlembar-lembar yang hingga kini belum juga khatam.



 



Roda kehidupan akan terus berputar dan menggilas apa yang seharusnya tergilas.



Saat yang kunanti adalah menghening dalam perjumpaanku denganmu.



 



Tapi, tak semudah yang kubayangkan.



Untuk rasa yang tak satupun dapat ditafsirkan oleh mereka, aku merasa menjadi orang asing.



Viabilitasku semakin menurun tanpa hadirmu.



Waktu seakan menjelaskan padaku melalui berbagai ilmu.



Xenoglosia, laduniy atau apapun itu.



"Yang, ketahuilah sedari dulu hingga kini begitu banyak makhluk yang kutentang demi Kamu".



Ziarah kali ini adalah ziarah terakhirku, karena mungkin esok, lusa, atau paling lama tulat kita berdua telah dibingkai sejarah.


Baca Juga

Apa yang tersisa dari kita ?

oleh: Meita Fitriyanti

Hanya coretan hati semata. :)

  • 348
  • 1
  • 0
  • 0
  • Puisi

Pernik cinta

oleh: el_ kariem

Aku berusaha melupakan apa yang telah terjadi. Namun ingatan itu menolak apa yang kulakukan.

  • 354
  • 0
  • 0
  • 0
  • Puisi

14.9 (Nice to Meet You, Again)

oleh: Frediy Frada

Ringkasan cerita tidak tersedia

  • 356
  • 0
  • 0
  • 0
  • Novel
Karya Lainnya dari wilbasmu

Cipinang Desa Tertinggal – Ironi-ironi dari Balik Jeruji (Reviu Buku)

oleh: Muhammad Wildan Basri

ā€¯Penjahat dan penipu lebih banyak berada di luar penjara. Hanya saja, mereka tidak tertangkap atau....

  • 77
  • 0
  • 0
  • 0
  • Lainnya

Graphology For Us – Mengenali Kepribadian Via Tulisan Tangan (Reviu Buku)

oleh: Muhammad Wildan Basri

Ketika seseorang menulis isi cerita bohong, tulisan tangannya akan berbicara hal yang sebenarnya. Tu....

  • 139
  • 1
  • 1
  • 0
  • Lainnya

Debur Doa

oleh: Muhammad Wildan Basri

Di bawah menara rindu : aku mengaminkan tiap debur doamu

  • 66
  • 1
  • 0
  • 0
  • Puisi