Buruh (My Opinion)

olehrahmathidayat Diterbitkan 30 October 2013

Buruh (My Opinion)


Tranding topik yang hot belakang ini adalah mengenai kenaikan UMP Jakarta yang di tutut oleh buruh sebesar 3,7 Juta. Ternyata kata Anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta itu adalah besaran UMP yang tidak rasional dikarenakan buruh menghitung KHL dalam 84 Item , sedangkan menurut peraturan udang-undang KHL itu masih berpatokan pada 60 item. Soal item-item di dalam nya itu saya tidak akan bahas, itu mah urusan mereka. Rencana nya besok UMP Jakarta akan di tetapkan dan di sahkan oleh gubernur DKI Jakarta yang super sekali itu sebesar antara 2.644.839 hingga Rp 2.759.832 per bulan jauh di angka yang diinginkan buruh yaitu sebesar 3,7 Juta. Setelah pengumuman besar-besaran soal ditetapkannya UMP Jakarta tersebut, apakah Buruh akan mendemo kembali membanjiri jalanan kota Jakarta ???



BURUH… siapa sih yang tidak kenal kata buruh yang berarti pekerja atau karyawan namun kata-kata itu lebih pantas di lemparkan untuk seseorang yang bekerja kasar seperti operator-operator pabrik yang hanya lulusan lulusan SMA saja. Memang mungkin menurut mereka upah mereka yang sekarang 2,2 Juta itu masih kurang mencukupi kebutuhan mereka sehingga mereka mengadakan demo dan berani menghitung KHL sendiri sampai-sampai memasukan 84 item sehingga munculah angka 3,7 juta. Kalau dilihat dari item-itemnya amat tidak masuk akal dan isinya sesuai dengan keinginan diri sendiri tanpa melihat kiblat peraturannya. Apabila Dewan Pengupahan DKI Jakarta mengamini UMP sesuai kemauan buruh 3,7juta perbulan, apa yang akan terjadi ???



“Upah buruh sudah gede lho 3,7juta… anak gua udah lah cukup sampe SMA aja yah sekolahnya terus kerja jadi buruh aja…” kata seorang ibu-ibu di daerah perkampungan.



Penduduk Indonesia mayoritas masih banyak hidup di bawah garis kemiskinan dan banyak dari mereka yang tidak sanggup mendidik anaknya sampai ke perguruan tinggi. Dari kata-kata itu kita bisa ngambil kesimpulan bahwa apabila benar-benar UMP buruh Jakarta menjadi 3,7 juta maka kebanyakan orang tua hanya mendidik anak nya Cuma sampai jenjang SMA saja dan untuk psikologis anak nya sendiri pasti akan muncul rasa malas untuk sekolah lebih tinggi lagi dan merasa cukup dengan lulus SMA dan berpenghasilan lumayan besar. Untuk dampak ke Negara kita ini adalah inflasi yang melonjak tinggi dan terjadi kepadatan penduduk di ibu kota karena banyak orang di luar Jakarta yang berfikir bahwa kerja di Jakarta lulusan SMA sudah bisa dapet uang banyak dibanding di domisili sendiri.



Aku teringat saat baca berita di situs warta era digital ntah kapan aku lupa, disitu ada berita Buruh demo dengan membawa banyak motor-motor gede yang berharga mahal. Yaa meskipun setelah di wawancara ternyata motor itu adalah motor sewaan. Saya memandang dan langsung mengambil kesimpulan bahwa itu semua mengandung arti. Ternyata buruh juga ingin yang namanya hidup mewah memiliki kendaraan yang mahal dan bisa dipandang orang lain waaahhh…. Kita balikin lagi… buruh hanya sekedar lulusan SMA saja dan malas untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi lagi malah seenaknya mau bergaya ala eksekutif-eksekutif kantoran.. mestinya dia mikir untuk hidup lebih baik di Negara ini butuh pendidikan. Kebodohan buruh itu adalah secara tidak tersirat dia membantu orang yang berleha-leha kerja depan computer dan ruangan AC tanpa ikutan berdemo, gaji ikutan naik… pikir deh… yaa gak… hihihi



Gak mungkin kan gaji buruh yang hanya lulusan SMA menyentuh gaji orang-orang kantor yang pendidikannya minimal D3 dan S1, pasti gaji mereka juga ikutan naik… Mestinya buruh itu bersyukur kalo UMP 2014 sudah menjadi antara 2.644.839 hingga Rp 2.759.832 per bulan. Buruh yang cerdas adalah buruh yang bisa bercermin diri bahwa dirinya kurang pendidikan. Dan untuk Pengusaha yang mempekerjakan buruh-buruh saya ada tips nya nih kalo seandainya UMP nya merasa kegedean dan tidak sanggup membayar upah sebesar itu… Buat pengusaha: tahap 1 ikutin aja maunya buruh tapi syaratnya minimum pendidikan S1, diluar itu out. Tahap 2 masukin mesin2 buat gantiin pekerja yg tidak qualified. Tahap 3 relokasi pabrik apabila memungkinkan.. Buat buruh-buruh yang ngeyel dan gak tau diri.. Siap2 nganggur. Beres kan…



Note :



Intinya adalah seperti tulisan saya yang sebelumnya yang berjudul “SKALA” , bahwa kepuasan manusia tidak ada batasnya baik kalangan bawah, tengan atau atas. Semakin gede penghasilan maka semakin besar juga pengeluaran… untuk buruh, bisa anda pelajari bahwa Negara kita menjunjung pendidikan jadi apabila ingin kerja yang enak dan gaji gede, sekolah lah sebisa mungkin dan setinggi mungkin.jangan beranggapan bahwa “Wah yang S1 aja banyak yang nganggur percuma sekolah tinggi-tinggi” kata-kata itu akan aku balas “Yang S1 aja nganggur apalagi yang hanya SMA..” jadi apa lagi selain tenaga yang di andalkan dari seorang butuh… kemampuan kepintaran otak gak mungkin…semakin tahun semakin tinggi teknologi dan siapa tahu buruh tidak di butuhkan lagi…kita lihat saja nanti… belum tentu 3,7juta bisa bikin buruh diam… pasti buruh akan ada demo lagi meminta nilai lebih dari 3,7 juta…



Comment-comment di warta era digital :




  • mereka kan makhluk tidak berpendidikan, bebal, jadi maklum lah kalau mereka salah menghitung. kalau mrk pintar menghitung, mereka gak dibayar UMP, pastilah duduk di administrasi melakukan pembukuan.


  • kemampuan buruh itu apaan sihh, hidup buruhhhh pretttttttt


  • s1 aja banyak yang nganggur, kalo tau gaji s1 di kantor lebih kecil daripada buruh, lebih baik semua S1 jadi buruh aja,,, gw juga mw jadi buruh, daripada susah2 masuk pns....


  • makin besar ump jkt...makin byk org berdatangan ke jkt...makin sesaklah jkt


  • harusnya jangan berpikiran negatif. sebagian besar memang buruh muda memiliki ortu yg tdk mampu untuk lanjutin kuliah. mrk jg banyak tanggungan ngasih ke ortu/adek/lanjut kuliah/dll. wajarlah mereka minta besar.


  • Pemerintah harus bijak krn imbasnya pasti sangat besar,apalagi bagi rakyat yg di daerah,kalo terlalu besar pasti semua hrg pasti naik baik jkrt atau daerah dan itu akan memperburuk rakyak indonesia sendiri


  • lihat aja buruh jakarta akan turun ke jalan


Baca Juga

Filosofi Sepatu

oleh: Ananta FP

Kesetiaan itu layaknya sepatu yang kita pakai. Meski hanya itu-itu saja, tapi sepatu itu telah membe....

  • 120
  • 0
  • 0
  • 0
  • Artikel

Realita Kehidupan

oleh: Afifah Mujahidah

Ringkasan cerita tidak tersedia

  • 308
  • 0
  • 0
  • 0
  • Puisi

Dunia Semu Spesial

oleh: E. N. Putra

Kalau ibarat martabak, martabak spesial itu telurnya dua. Nah kalau Dunia Semu Spesial.. Silahkan ta....

  • 1618
  • 3
  • 6
  • 0
  • Opini
Karya Lainnya dari rahmathidayat

Wanita-wanita WC

oleh: rahmat hidayat

Prostitusi, pelacuran dan Human trafficking menjadi topik hangat di kalangan tertentu. WC adalah tem....

  • 448
  • 1
  • 1
  • 0
  • Epik

Buruh (My Opinion)

oleh: rahmat hidayat

Buruh belum terpuaskan dan terus menerus tak terpuaskan karena pada dasarnya setiap manusia tidak ad....

  • 372
  • 1
  • 3
  • 0
  • Opini

Digital

oleh: rahmat hidayat

Dunia digital adalah dimana manusia dapat menghubungkan satu manusia ke manusia yang lainnya dengan ....

  • 388
  • 1
  • 1
  • 0
  • Lainnya