Detail Karya

penulis_cantik
Karya lainnya oleh penulis_cantik

Cinta Tujuh Titik Kebahagiaan

oleh: penulis_cantik

Senyuman aku punya dua alasan untuk tersenyum yang pertama karena aku sedang mau tersenyum dan ....

  • 7
  • 1
  • 0
  • 0
  • Serial
Baca juga

Putri dan Pangeran

oleh: AfifahMujahidah84

Ringkasan cerita tidak tersedia

  • 154
  • 0
  • 0
  • 0
  • Cerita Pendek

Arti Kebahagiaan Sesungguhnya

oleh: 140501

Kiriman pertama saya .. isi cerpen dari Irenna Nicole

  • 132
  • 1
  • 0
  • 0
  • Cerita Pendek

Lelaki Tua

oleh: noorhdee

Ringkasan cerita tidak tersedia

  • 188
  • 6
  • 4
  • 0
  • Fiksi Kilat
Diterbitkan 3 September 2017

Cinta Tujuh Titik Kebahagiaan

Ringkasan Cerita

Senyuman aku punya dua alasan untuk tersenyum yang pertama karena aku sedang mau tersenyum dan yang kedua diakibatkan oleh dia Ketika aku berada bersamanya, mampu menghipnotis keadaan disekitarku. Seolah dunia sedang berpihak padaku. Dan bahkan aku tak perduli dengan apapun. Entah sejak kapan itu terjadi? Padahal pada hari itu bukan pertama kali ku melihatnya, bukan pertama kali untuk perkenalan antara aku, dia, dan meraka juga. Untuk pertemuan kali ini, aku tak menyangka menjadi awal penanaman bibit kerinduan yang akan berbuah senyum ketulusan. Setelah pertemuan itu, menjadi rutinitas pertemuan berikutnya. Setelah percakapan itu, menjadi bagian percakapan selanjutnya. Sebelum kamu bertanya siapa dia, aku akan memperkenalkannya. Dia adalah sesosok laki laki yang menjadi shirothol mustaqiym bagiku. Sebab karenanya aku menemukan kebahagiaan sejati. Lelaki ini tumbuh dari keluarga kecil yang penuh ke-sakinah-an sehingga mampu menjadikan dia sebagai tempat untuk aku banyak belajar darinya.Aku senang menyebut namanya, dan aku ingin memperkenalkan dengan nama Ahmad [maaf, itu bukan nama yang biasa ku panggil kepadanya, tapi aku menyamarkannya untuk menjaga kerahasiaan karena menceritakannya tanpa izin. ini juga hak aku, sebagai pemilik kenangan]. Dan panggil saja aku dengan sebutan Cantik. Kemudian untuk semua nama akan aku sebut sesuai keinginanku untuk menjaga identitas. Suatu ketika aku, dia, mereka sedang dalam sebuah pertemuan di ruang kecil yang teduh. syuuuung... (sebuah alat perekat terlempar ke arahku). "Ahmad nyelamet, Cantik" katanya dengan senyum karena keberhasilannya menangkap alat perekat tersebut. Pada saat itu, memang dia sedang duduk disampingku dengan agak sedikit menyerong menghadap tumpukan kertas di tengah-tengah kami yang sedang duduk bersama. "Yoyo, Ahmad menyelamatkanku", pengaduan ku kepada seorang teman laki-laki kami yang menjadi bagian terkait dalam cerita ini. "iya, nanti gue selametin kalian berdua" kata Yoyo menanggapi. Kami terdiam. Jujur, saat itu aku agak ambigu menanggapi perkataan si Yoyo. [ini satu bagian dari sekian kenangan yang ku ingat dalam cara pandangku] aku tak pernah pacaran, terlebih lagi aku tak banyak memiliki teman laki-laki. Tapi aku pernah punya Abang2an lho, ada abang supir, abang petugas on board [yang sangat perhatian dengan kata hati-hatinya], ada abang tukang bakso mari mari sini aku mau beli tidak pake saus tidak pake sambel juga tidak pake lama [jadi inget Paupau kalo nyanyiin lagu ini]. Back to topik. Mungkin karena aku terkadang bisa menjadi pemalu dan pendiam, atau aku tak punya rules model seorang lelaki dalam proses pertumbuhanku. Aku yang seperti ini, dapat dipastikan kenangan dari masa lalu. Masa lalu merupakan hasil yang terjadi di masa kini, yang akan berproses menjadi masa depan, itu pun jika aku masih diizinkan untuk berada di Bumi Allah ini. Faktor intrinsik dan ekstrinsik dalam sistem menjadi bagian pembentukannya. Serta gravitasi menjadikan sesuatunya dapat menapak di Bumi Allah. Oksigen juga berperan menghidupkan seseorang yang hidup. seperti aku yang bernapas dengan kenangan tersenyum karenamu. InsyaAllah, aku akan bercerita. Untuk masuk ke cerita yang sebenarnya akan aku ceritakan mungkin dalam alur bolak balik [pasti pegel kan] karena cerita ini dibuat tanpa kerangka maka akan mengalir sesuai keinginan ku nanti. Kan aku pemilik kenangan. bebas lah. Suka suka aku [ke dia].

  • Kategori: Serial
  • Genre: Drama
  • 7 Pembaca
  • 0 Komentar
  • 0 Dibagikan
  • Tambahkan Komentar