K E J U T A N

olehpena_bercerita Diterbitkan 30 October 2018

K E J U T A N

Hallo :)

Ini adalah karya pertama Saya di sini.

Saya ingin sekali menuliskan apa yang Saya alami.

Saya bukan seorang penulis, bahkan Saya tidak pandai menulis, tetapi Saya haya ingin membagi apa yang Saya bisa bagi.

Mari kita mulai,

Setiap orang pernah memikirkan hal jodoh,

Siapa jodoh ku?

Kapan bertemunya?

Bagaimana akan dipertemukan?

Apakah aku memang benar-benar siap akan hal ini?

Dan masih sangat banyak pertanyaan yang kita miliki ketika kita memikirkan hal ini.

bahkan ada yang selalu berfikir bahwa jodoh itu semacam persaingan dengan teman, atau orangtua dengan temannya, atau bahkan dengan saudara.

Jodoh memang rahasia, hanya Dia yang tau.

Oke, cerita akan benar-benar ku mulai. Saya akan mulai sejak aku duduk di bangku SMP.

Tepatnya kelas 2 SMP, Aku punya pacar. terpikir, "wah, sekecil itu sudah punya pacar!". Tapi memng harus ku akui bahwa pacaran jaman itu tidaklah benar-benar melibatkan perasaan, karena hanya terbawa arus teman-teman yang mulai berpacaran. Aku berpacaran dengan teman ku, yang ku kenal sejak SD. Dia baik, perhatian dan ya lumayan populer. Tidak lama hubungan kami, bukan karena ada kebosanan atau hal yang merusak hubungan kami. Perpisahan kami aku yang putuskan. tepat jam 12 malam waktu itu, aku mengirim pesan singkat padanya bahwa intinya aku minta udahan aja hubungan ini, tanpa aku beri penjelasan apa yang terjadi. Setelah itu ku tinggal tidur. Keesokan harinya saat ku terbangun, aku melihat HP dan banyak pesan singkat masuk dan juga beberapa missed call, dan yah, bisa dipastikan itu adalah pacarku, mantan pacarku tepatnya. Dia kaget dan bertanya-tanya ada apa, sampai aku memutuskan hubungan kami. Long story short, kenaikan kelas 3, aku kembali berpacaran, dan kali ini bukan dengan temanku, tapi dengan adik kelasku. Pacaran kali ini lebih melibatkan perasaan dibandingkan dengan yang sebelumnya, karena ku pikir dia ini jauh lebih baik dari yang sebelumnya. Tetapi, ternyata semua berbeda dari apa yang ku pikirkan, dia bahkan lebih buruk dari itu. Aku putuskan untuk merngakkhiri  hubungan ini. Ya, cinta monyetku yang kedua berakhir. Saatnya fokus ke ujian nasional ditahun depan.

Saat aku berpacaran, sebenarnya orangtuaklu mengetahui, tapi mungkin mereka diam saja. Atau kadang ibuku yang suka menggoda, tapi tak juga ku hiraukan. Namun, satu hal yang selalu ibuku sampaikan padaku, bahwa kalau soal jodoh, kita harus minta kepada Dia yang menciptakan kita. bagaimana caranya? Sesederhama kita melipat tangan, menutup mata dan mulai berdoa. Dan dia selalu ingatkan saya setiap hari jangan lupa berdoa, dan disetiap doa diselipkan doa untuk jodoh.

Saat itu aku merasa aneh dan lucu aja.

Masuk masa SMA, aku menyadari ada beberapa teman atau bahkan kakak kelas mendekatiku, namun tak ada yang kuhiraukan, karena kupikir "ngapain pacaran kalu beda agama, gabakal berujung bahagia". Entah kenapa aku selalu berpikir seperti itu, tapi tidak semua yang seiman aku terima jadi pacar. Sampai akhirnya, aku tetap sendiri sampai lulus SMA. 4 tahun lebih menyandang status jomblo, ditengah teman-teman yang gonta-ganti pacar. Tapi kupikir itu semua akhan segera berakhir karena aku akan masuk kuliah.

Ekspektasi tidak sesuai realita. Ya, itu yang aku rasakan. Kenapa? KArena aku kuliah di sebuah akademi, yang mahasiswanya cewek semua.

Sebenearnya selama kuliah bukan berarti aku tidak ada "teman dekat" sama sekali, ada beberapa temannya temanku mendekatiku. Dan aku selalu teringat pesan ibuku untuk selalu berdoa tentang jodoh.

Setiap ada cowok yang mendekatiku, aku lalu berdoa dan bertanya, "apakah dia?, jika ya, tolong dekatkan kami, jika tidak tolong pisahkan kami dengan caraMu tanpa menyakiti kedua belah pihak". Dan jawaban yang Dia beri adalah "Tidak". sempat kecewa? Ya! Kenapa? KArena aku merasa teman-tem,anku sudah punya pacar semua, sedangkan aku, setiap deket, baru aja PDKT, baru jadi gebetan, udah kandas terus, sedih dong.

Tapi kupendam kesedihanku, semenjak aku menyadari aku sudah berada di semester tua, dan harus fokus biar bisa lulus tepat waktu.

Namanya juga akademi, jadwal padat udah kaya lontong lebaran. Sampai suatu hari aku tak lagi bersedih dan sama sekali tidak memikirkan tentang cowok atau pacaran atau memiliki hubungan.

Sampai suatu hari, sahabatku tiba-tiba chat "eh, tak kenalin ya ke temenku", tanpa berpikir ku balas "terserah". Kenapa ku jawab terserah? KArena ku pikir dia ngenalin gak pada waktunya, pas aku fokus lulus dan gak mikirin masalah cowok.

Selang beberapa saat ada yang invite, terima ajalah, tapi dalam hati dan pikiran "bodo amat, lagi ga nyari pacar, wek!"

Aku lupa tepatnya kapan, temannya sahabatku ini, sebut saja dia Pria, mulai chat, dan kita mulai chat dengan biasa aja, karena kupikir gak kenal ini, biarin aja. Dan ini berlangsung sebulan lebih sampai aku akan ujian skripsi, disini dia jadi slaah satu penyemangatku, sampai rela bikinin PPT ujian, sebenernya gak bikinin sih, cuma revisi, tapi karena yang direvisi banyak, ya, sama aja kaya bikinin dari awal, ha ha ha.

Disitu, baru aku berpikir, "oh, ini Pria baik juga yah", tapi masih belum melinatkan perasaan karena belum pernah bertemu sebelumnya dan, ya sama orang asing masa ada perasaan sih? kan aneh?

Tiba disuatu hari aku mengalami musibah, HPku tanpa sengaja di jatuhkan sama temenku dari kasur atas, kasue asrama kan tumpuk dua :) Dan, HPku mati, gabisa di apa-apakan lagi.

Okhaaaaay, tamat sudah tanpa HP.

Aku pinjam HP temanku untuk menghubungi orangtuaku, dan mereka bilang "beneran, gausah pake HP dulu, kalo mau HP nanti kalo udah lulus skripsi". Disitu sedih bukan main, jadwal aja belum keluar, dibeliin HP abis lulus, ujian kapan aja belom tau :(

Aku juga ga lupa ngabarin Pria tentang kejadian ini. oh ya, di asrama gaboleh buka laptop, jadi bisa buka laptop hanya dikampus dan di jam kuliah, selesai kuliah jam asrama juga selesai. Jadi, yang kuingat, saat itu aku hubungan by e-mail sama si Pria ini, sehari paling beberapa jam aja. Dan ini berlangsung hampir 3 minggu.

Setelah lulus, aku pulang ke rumah, dan janji orangtua, aku dibelikan HP.

Mulai saat itu, aku dan Pria berhubungan lebih lagi lewat chat, karena sudah ada HP lagi :)

Waktu itu, aku masih bolak-baik Pekalongan-Semarang untuk ngurusin kuliah.

Aku berpikir bahwa si Pria ini kenapa baik ya, selalu mendukung untuk maju, dari awal suka ingetin bikin PPT ujian, sampai mau ujian nasional (karena di profesiku ada ujian nasionalnya, untuk mengetahui kami kompeten atau tidak), dan masih banyak lagi dukungan si Pria ini. Aku belum membawa perasaanku, namun aku mulai bawa Pria dalam doaku.

Kami semakin dekat, dan bulan Agustus, sekitar 2 atau 3 bulan setelah kami hanya berhubungan by phone, dia menemuiku. Aku hanya ingin  ditemui di rumah. Karena aku merasa aman ketika aku berada di rumah. Ku kira dia akan menolak, tapi diluar dugaan dia datang ke rumah beneran! Dia datang pas aku baru bangun tidur siang, muka bantal, masih pake daster. Dia ngenalin diri ke papaku, dan ya begitulah pertermuan pertama kami.

Sejak saat itu aku mulai menaruh perasaan pada si Pria, ku pikir dia memang baik dan berani.

Dan sejak saat itu juga hubungan kami jadi semakin dekat, lebih dari chat dan telpon, kami juga videocall. Seingatku sesekali dia ngegombal ala-ala anak muda, kode-kode tipis. Tapi sayangnya, aku orangnya sangat amat tidak peka. Kalo sama aku tuh, harusnya to the point, ha ha ha.

Dan sampai suatu hari dia pulang kampung lagi dan disitu kami ketemi lagi, dan dia menyatakan cinta dan kami jadian. Jadian, ya Tuhan, setelah 7 tahun menyandang status jomblo, dan banyak diejekin temen-temen :((((((

Mulai mikir, apa dia jodohku, karena kok hanya dia yang bisa sampai ke tahap pacaran, gak gugur sebelum berkembang sepoerti yang terdahulu >,<

Keluarga si Pria juga sangat welcome dengan kehadiranku, aku bener-bener dibuat melelh sama keluarganya :(

Dan hari itu tiba, dia melamarku. Ada hal yang membuatku ingin menangis saat itu, tapi kutahan, karena aku terlalu kaget. Pada acara lamaran keluargaku, biasanya ada seseorang yang ditunjuk untuk mewakili keluarga "meminta" anak perempuannya, tapi berbedaa denganku, papa si Pria yang "meminta" sendiri ke keluargaku. Masih ingin menangis kalau ingat hal itu :((((

Dan tentunya, masih gak percaya, aku dilamar :")

Hari lamaranku menjadi hari yang istimewa tidak hanya bagiku dan keluarga, namun juga bagi teman-temanku. Mereka ga nyangka kalo aku secepat itu dilamar, padahal banyak temenku kuliah yang baru pada putus, setelah lama pacaran, dan aku yang mereka sering ejek, sudah di lamar :(((((

Hari-hariku indah, walau aku dan Pria dari awal memang LDR.

Sampai akhirnya, 18 Agustus 2018, kami bukan berjanji dengan manusia, tapi kami berjanji dengan Tuhan untuk setia sampai selamanya :")

Aku gak pernah berhenti mengucap syukur sama Tuhan untuk segala kejutan dalam hidupku.

Setelah cinta monyetku berakhir, aku menjadi jomblo 7 tahun, dan selama itu banyak "cacian" dan aku hanya bisa berdoa, dan Dia berikan aku seseorang pria yang tepat pada waktuNya yang tepat.

Senengnya sampai ke DNA :)))))))

Penantian ku tak sia-sia

Tuhan selalu punya cara

Indah dan baik yang Dia buat



 


Baca Juga

Liburan Terakhir

oleh: Meiliana Liu

Cerita yang tidak lebih dari 155 kata. Akan tetapi, cerita ini mencoba mendeskripsikan bagaimana har....

  • 295
  • 0
  • 0
  • 0
  • Fiksi Kilat

Mengertilah...

oleh: Yosuwaimuri

ini menusuk tanpa ditusuk.

  • 301
  • 3
  • 0
  • 0
  • Puisi

Api yang Memadam

oleh: Kaka Kiki

Ringkasan cerita tidak tersedia

  • 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • Lainnya
Karya Lainnya dari pena_bercerita

K E J U T A N

oleh: Pena Bercerita

Jodoh itu, sesuatu yang kadang nalar kita pun ga sampai saat memikirkannya :)

  • 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • Cerita Pendek

K E J U T A N

oleh: Pena Bercerita

Jodoh itu, sesuatu yang kadang nalar kita pun ga sampai saat memikirkannya :)

  • 73
  • 0
  • 0
  • 0
  • Lainnya