Pagi itu berawan sisa hujan dini hari. Alih-alih berpindah kereta, aku malah memandangi keramaian stasiun sampai mataku menangkap sebuah kursi di peron. Banyak orang sedang menunggu kereta datang, tapi tak seorang pun yang duduk di kursi itu. Tak seorang pun kecuali seorang gadis yang membawa sesuatu yang besar di atas pangkuannya. Aku memutuskan untuk menghampirinya.



“Permisi,” kataku, lalu duduk di sampingnya.



“Silakan.” Ia tersenyum lama. Cukup lama hingga membuatku merasa kikuk.



“Apa itu?” tanyaku sambil menunjuk benda besar di pangkuannya.



Gadis itu mengalihkan pandangannya, dariku menuju benda di pangkuannya.



“Ini–” ia seperti ragu. Aku jadi tidak enak karena telah bertanya.



“Ini cinta.”



Akhirnya ia menjawab. Suaranya terdengar indah saat mengucapkannya.



“Oh. Mengapa kau bawa-bawa?” tanyaku kemudian.



“Ini terlalu besar untuk kusimpan sendiri.”



“Benarkah? Itu mengapa kau membawanya seperti itu?”



Ia mengangguk. “Kau mau?” tanyanya tiba-tiba.



“Apa boleh?” Aku balik bertanya penuh minat.



“Tentu. Buka tanganmu.”



Aku membuka kedua telapak tanganku dan menyodorkannya.



“Sedikit atau banyak?” tanyanya.



“Terserahmu saja.”



Lalu ia mengambil sebagian dari cinta itu dan meletakkannya ke atas kedua telapak tanganku. Tak lama kemudian, aku terbakar.



 


Baca Juga

maafkan aku, Jiwa...

oleh: dewi woro

Ringkasan cerita tidak tersedia

  • 323
  • 0
  • 0
  • 0
  • Artikel

Hujan dan Alasan

oleh: Dede Aryan

hujan adalah alasanku untuk menyapamu

  • 70
  • 1
  • 0
  • 0
  • Puisi

Antara Cinta & Makna

oleh: Muhammad Fahran Januar

Ringkasan cerita tidak tersedia

  • 21
  • 0
  • 0
  • 0
  • Puisi
Karya Lainnya dari noury

Aku Mencarimu

oleh: Noury Hasan

Synopsis is not available

  • 375
  • 0
  • 1
  • 0
  • Artikel

Sembilan Jam Sebelumnya

oleh: Noury Hasan

Synopsis is not available

  • 387
  • 0
  • 0
  • 0
  • Artikel

Orang-Orang Kolong

oleh: Noury Hasan

Synopsis is not available

  • 347
  • 0
  • 1
  • 0
  • Cerita Pendek