Antara Aku, Kau dan Sabun

olehkempot20 Diterbitkan 25 October 2014

Prolog


Pagi yang cerah diawal bulan juli, mentari telah menunjukan wajahnya dibalik jendela kamar. Gua pandangi seragam putih biru yang penuh coretan yang sengaja gua pajang ditembok kamar, rasanya begitu malas harus bangun lebih awal pedahal biasanya gua begitu santai dipagi hari karena jarak sekolah SMP dulu engga begitu jauh dari rumah tapi sekarang ceritanya berbeda.



Selah sarapan secukupnya gua ambil tas dan menyalakan motor, setelah dirasa cukup panas gua mulai berangkat sekolah. Di rumah gua tinggal bersama kedua orang tua dan gua anak tunggal, kenapa gua engga pamit terlebih dahulu ? karena gua yang terakhir masih di rumah, maklumlah orang tua berangkat kerja sangat pagi biar engga kejebak macet di jalan.



Karena terlalu santai di jalan gua datang telat, semua siswa baru sudah berbaris di lapangan untuk mengikuti hari pertama MOS. “SIAL” batin gua, Cuma telat 5 menit gua harus baris di tempat yang berbeda, risih rasanya karena dari sini semua yang di lapangan melihat gua bersama beberapa siswa yang terlambat lainnya, hari pertama reputasi gua sudah jlek.



Karena bosan mendengarkan panitia MOS memberikan arahan, gua perhatikan siswa baru satu persatu kali aja ada yang membuat gua tertarik. Tapi dari semua yang ada di lapangan, engga ada satu pun yang membuat gua tertarik.

Setelah hampir 1 jam mendengarkan arahan, panitia meminta kami untuk memasuki ruangan yang sudah disediakan



SIAPA YANG SURUH KALIAN IKUT ? KALIAN TELAT LARI 5 PUTARAN BARU BOLEH MASUK” teriak salah satu panitia dari kejauhan



Setelah hukuman selesai kami diperbolehkan untuk bergabung bersama siswa baru lainnya, karena kami datang belakangan hasilnya kami harus mencari tempat yang kosong yang bisa untuk dipakai duduk LESEHAN.



Setelah celingak celinguk mencari tempat kosong salah seorang siswai melambaikan tangannya memberi isyarat ada tempat yang kosong didekatnya. Tanpa basa basi gua langsung berjalan dan menempati tempat itu.





hhhhhHHHhaaaaa… gua Tarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya..



“……….”

Gua diam sejenak menatap siapa yang duduk disamping gua, dengan rambut panjang lurus, wajah cantik seperti orang jepang dengan kulit putih dan bibir yang mempesona, serta ukuran Bra 32B :hammer: lah kok malah jadi cerita bokep, engga engga.. itu engga bener lanjut ke topik



“gua Bobi ” bisik gua pelan sambil coba mengajaknya berkenalan



“………..” jangankan berkenalan melirik gua pun engga



“Ini cewe budek apa emang sombong” batin gua



Setelah acara di aula selesai, panitia memberikan kami waktu untuk istirahat. gua masih penasaran dengan dia yang cantik tapi budek, jadi gua coba mengajak dia bareng ke kantin.



“Kantin yu” ajak gua



“yu” jawab dia singkat



Gua ingin kembali coba berkenalan tapi tanggapan dia tadi membuat mood gua rusak. Tapi gua engga mau nyerah begitu aja, gua berhenti dan memegang pergelangan tangannya menahan dia untuk berhenti sebentar.



“Gua Bobi..”



“:)” dia hanya menjawab dengan senyuman, senyuman yang begitu manis





BOBIIIIII……

gua langsung melepas tangannya saat melihat seseorang berlari dari jauh sambil teriak



Huh hah huh hah… suara napas terengah-engah dari orang yang sedang mengtur napasnya di depan gua.



“KAMPRET… mentang-mentang lagi sama gebetan ampe pura-pura engga kenal ama gua” protes dia sambil memukul bahu gua pelan “Eh siapa nih ? kenalin dong” lanjutnya sambil melihat dia yang sedang berdiri disamping gua.



“Kenalan aja sendiri” jawab gua cuek



“DARNO..” dengan Penuh percaya diri dia mengajak berkenalan tapi gua hanya menahan ketawa karena Darno ini adalah teman gua dari SMP dan gua sering liat dia melakukan kenalan dengan cara seperti ini namun hasilnya selalu hanya jadi bahan bully anak tongkrongan.



“Kanza” dia menjabat tangan Darno



“………..” Darno diam dan melirik ke arah gua dengan senyum penuh kemenangan



“Bobi” gua coba mengikuti cara Darno



“aku tau, Kamu udah tiga kali ngenalin diri. Yuk ke kantin” dia berjalan meninggalkan kami



“HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA” Darno ngakak

“Ketawa lo yang puas” protes gua tapi malah membuat Darno makin ngakak,















 


Baca Juga

Ainsford Mansion

oleh: Irfan R

Alif bersama teman-teman sekelompoknya datang ke desa Welvarend untuk menjalankan tugas kuliah merek....

  • 662
  • 0
  • 0
  • 0
  • Serial

Layangan Kita

oleh: Irfan Hadi Maulana

Sebuah kisah persahabtan yang berawal mula dari sebuah titik kebencian. Mampukah mereka saling memeg....

  • 3421
  • 2
  • 2
  • 0
  • Serial

Belajar dari Ahmad Hassan dalam Mencetak Generasi Emas Islam Indonesia, Muhammad Natsir

oleh: Natsir Al Ulul Albab

Takdir guru adalah mencetak generasi penerus bangsa, yang hanya bisa dilakukan oleh orang yang Ideal....

  • 777
  • 3
  • 0
  • 0
  • Biografi
Karya Lainnya dari kempot20

Antara Aku, Kau dan Sabun

oleh: Kempot Alababa

Bobi, seorang anak korban broken home. Dia selalu mencari perhatian dengan cara membuat masalah, sam....

  • 18568
  • 6
  • 4
  • 0
  • Serial