Letter

olehirnabonbon Diterbitkan 29 May 2014

4/5/2014


Selamat malam, sayang..



Sayang? masih bolehkah kupanggil kamu seperti itu setelah akhirnya kita memutuskan untuk berpisah? Sayang, iya. Aku masih sayang kamu sampai saat ini, meskipun kita akhirnya berpisah karena ada banyak hal yang merintangi kita untuk terus bersama.



Sayang, kamu tahu? Hari-hariku masih selalu terbayang dirimu. Tentang kita yang selalu berhasil menaklukan hampir semua rintangan dunia. Ada hampa yang masih menjalar nadiku sampai saat ini, karena aku terbiasa didampingi dan mendampingi dirimu. Aneh rasanya, karena terkadang aku bingung mencari tempat untuk meluapkan semua kekesalan, kesedihan, kebahagiaan, dan bayangan rencana masa depanku selain kepadamu. Iya, aku masih terlalu terbiasa dengan adanya dirimu.



Aku masih sering beranggapan, mungkin kamu terlampau sibuk sehingga kamu lupa memberi kabar kepadaku. Tapi, tak berapa lama, aku selalu tertegun, berusaha menahan isak karena aku harus menelan pil bernama kenyataan karena kita sedang berusaha saling menjauh, menetralkan perasaan kita, dan kembali menjadi teman seperti dahulu. Andai rasa pernah mengerti betapa sulitnya waktu-waktu ini yang harus kulalui tanpa kamu ada lagi disisi.



Sayang, aku masih pegang janji kita malam itu, janji untuk nanti akan bertemu dalam keadaan sama-sama berbahagia. Aku selalu ingat, dan aku berjanji akan memenuhinya. Namun, jika kamu lihat keadaanku yang saat ini masih kacau, tolong doakan aku. Doakan aku untuk tetap bertahan dan bisa kembali mandiri tanpamu. Aku bukan menyiksa diriku. Aku hanya tidak ingin memberikan jeda kepada rindu untuk menghadirkanmu kembali dipikiranku. Berikan aku waktu untuk dapat melihat sisi baik yang Tuhan izinkan hadir dibalik semua asa yang masih memenuhi pikiranku, yang sampai detik ini tidak bisa merasuki logikaku.



Sayang, takdirNya telah menjawab, dan kita tidak bisa menentangnya. Namun, di setiap sujud malamku, masih tersebutkan namamu dan perihal kebahagiaanmu. Aku menyadari, waktu-waktu ini bukanlah hal yang mudah bagi kita. Namun kamu berkata, bahwa waktu itu hanyalah perantara. Pilihan tetap ada disisi kita. Pilihan untuk menjadikan waktu sebagai penyembuh atau pengorek luka, dan saat itu, kita memilih pilihan pertama. Maka, kujanjikan padamu untuk mulai merangkak naik menuju cita-cita yang selalu aku ceritakan padamu. Ya, aku ingin kamu melihatku seperti kamu pertama kali mengenaliku.



Dan, berbahagialah untukmu, sayang. dihatiku, masih ada doa yang setia menujumu..


Baca Juga

SENDU

oleh: Claracath

Hanya sebuah catatan harian mengenai perasaan sendu seorang perempuan yang ia luapkan pada tengah ma....

  • 303
  • 2
  • 3
  • 0
  • Cerita Pendek

Biarkanlah Kau Bersamanya Disana

oleh: Muhammad Fahran Januar

Untukmu yang begitu bahagia bersamanya disana

  • 43
  • 0
  • 0
  • 0
  • Puisi

Diriku Yang Selalu Setia

oleh: Muhammad Fahran Januar

Aku yang akan selalu setia padamu

  • 81
  • 0
  • 0
  • 0
  • Puisi
Karya Lainnya dari irnabonbon

Born for you

oleh: Irna Bontor Febyola

terinspirasi dari lirik Kamu yang kutunggu - Rossa ft. Afgan.. segalanya berakhir, ketika kamu tahu....

  • 496
  • 0
  • 0
  • 0
  • Cerita Pendek

soulmate

oleh: Irna Bontor Febyola

karena, yang paling memahami kondisi saat kita harus berhenti berjuang adalah diri kita sendiri..

  • 591
  • 0
  • 0
  • 0
  • Cerita Pendek

Mendidik Indonesiaku by Rakhmad Hidayatullah

oleh: Irna Bontor Febyola

Lelang Buku Bayar Karya di group Love Books A Lot Indonesia (@LoveBooksALot) dengan tema: Mendidik I....

  • 462
  • 0
  • 0
  • 0
  • Esai