WAWANCARA DENGAN SHAKESPEARE

olehhotmadihita Diterbitkan 8 June 2016

Resensi Buku 



Judul buku            : BERBAGAI  PERTANYAAN MASA KINI



                                DENGAN JAWABAN ALA  SHAKESPEARE



Penulis                  : Jess Winfield



Cetakan pertama  : 2012



Penerbit                : Bhuana Ilmu Populer (Kelompok Gramedia) , Jakarta



Tebal buku           : viii + 250 halaman



 



TATKALA SHAKESPEARE MENJAWAB TENTANG PERSOALAN HIDUP



What is it in a name? Apalah arti sebuah nama. Itu acap kita dengar. Itulah salah satu karya William Shakespeare. Dengan ramuan sejarah, drama, dan humor ringan ala Shakespeare, di dalam buku ini  penulis Jess Winfield menunjukkan betapa kearifan penyair tersebut ternyata tak lekang oleh waktu.  Tentang cinta, dia berpesan : Janganlah meniru kisah cinta Romeo dan Juliet yang saling jatuh cinta sampai mati. Rugi bangat tau!  Sebaliknya bangunlah rasa cinta yang bertahan lama. Bagaimana dengan kencan pertama?  Apakah bertemu di pasar Bringharjo? Pasar Klewer, Passer Baru? Pasar Minggu atau Pasar Jumat? Kemudian Shakespeare  menjawab persoalan hidup lainnya yang berseliweran di depan mata. Misalnya tentang diversifikasi harta, tanggung jawab,  pengelolaan waktu, bekerja di kantor, promosi, ambisius, persoalan sulit, belajar bahasa, kartu kredit, belanja pakaian, bagaimana merayu wanita bila si pria tidak pandai bicara, tentang menanamkan disiplin kepada anak, kesenangan, masa tua, kematian  dan lain-lain.



Tahun lalu, drama karya sastrawan Inggris, William Shakespeare (1564-1616), berjudul "A Midsummer Night’s Dream" telah dilakonkan dalam pementasan teater kolosal oleh anak kawasan Gunung Merapi malam tersebut diubah menjadi "Impen Sewengi ing Merapi" (Mimpi Semalam di Merapi).



Sekitar 140 anak di kawasan barat Gunung Merapi dengan sutradara dari Prancis yang sekaligus penulis naskah, Catherine "Kati" Basset, mementaskan lakon berlatar belakang Yunani kuno itu dengan durasi sekitar dua jam, di Padepokan "Tjipto Boedojo Tutup Ngisor", desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, sekitar delapan  kilometer barat daya puncak Gunung Merapi. Demikian ditulis Hari Atmoko di harian Kompas  (13/3 2013).



Lebih lanjut diberitakan, pemimpin padepokan, Sitras Anjilin, selain bertindak sebagai penata tari, bersama Untung Pribadi, pemimpin Sanggar Bangun Budaya Desa Sumber-- juga menjadi dalang dalam pementasan yang telah kental dalam nuansa kesenian tradisional Jawa seperti wayang orang, geguritan, tembang jawa, dan beberapa tarian rakyat setempat. Kemudian iringan musik tradisional seperti gamelan dan musik Barat seperti orkestra, dialog antarpemain, performa seni, dan tarian tradisional, antara lain topeng ireng, kuda lumping, angguk rame, dayak grasak, dan reog, mewarnai pementasan di kawasan berudara sejuk di tepian alur Kali Senowo yang aliran airnya berhulu di Gunung Merapi, malam itu.



Masyarakat setempat, termasuk para pecinta seni, tamu undangan, dan mereka yang datang dari mancanegara memadati pendopo padepokan yang didirikan pada 1937 hingga berakhir pementasan pada Senin (11/3), sekitar setengah jam sebelum malam itu menyentuh pukul 24.00 WIB.



Sitras Anjilin memulai pementasan itu dengan ungkapan "goro-goro", dengan kalimat-kalimat sastra Jawa yang isinya tentang asal muasal penceritaan lakon  "A Midsummer Night’s Dream" dalam versi lokal Merapi.



"Bumi wus emoh mangan banyu, nanging langit nyiram bumi nganti banjir dadi goro-goro, jaman kalabendu. Jaman kuwalik, ana bocah nutuh wong tuwo, ana wong tuwa takon bocah, akeh guru ider ngelmu, akeh wong duraka kudhung agama. Jroning goro-goro negara ora tentrem, para pimpinan negara wis ilang rasa welas asih sahingga pada tumindak murang tata, gawe rugi bangsa, korupsi dadi budaya, manungsa wis ora bisa bangga," demikian ucapan sang Dalang itu.



Kurang lebih maksud kalimat di atas antara lain, "Bumi menolak air, tapi hujan terus menerus turun hingga terjadi bencana banjir. Zaman sudah terbalik, ada anak berani kepada orang tua, orang tua bertanya kepada anak, banyak guru menjual ilmu, pendosa berkerudung agama. Negara tidak tenteram karena para pemimpin mementingkan diri dan melanggar aturan, membuat penderitaan bangsa, korupsi menjadi budaya. Manusia sudah tidak patuh".



William Shakespeare. Siapakah dia?



Kita memang telah memiliki buku-buku kumpulan nasihat bernas. Mampukah karya-karya sang pujangga ini menawarkan suatu bimbingan pribadi semacam itu juga? Dengan ramuan sejarah, drama, dan humor ringan ala Shakespeare, penulis Jess Winfield menunjukkan betapa kearifan penyair tersebut ternyata tak lekang oleh waktu. Mari kita membaca apa kata Shakespeare tentang banyak hal dalam denyut kehidupan kita. Shakespeare adalah orang teater sejati. Pada masa ratu Elizabeth I, teater sering  dianggap sebagai kumpulan orang yang bermoral bejat. Drama-dramanya penuh dengan adegan menakjubkan (hal.177)



Apa yang akan dilakukan Shakespeare ketika harus memilih jurusan di perguruan tinggi?



Matematika dan metafisika. Pelajarilah itu semua jika memang berminat. Keberuntungan tak muncul di tempat di mana tak ada kesenangan yang bisa dinikmati. Singkat kata, Tuan, pelajarilah apa yang paling anda suka. Shakespeare, sebagaimana layaknya para pemikir besar lainya, secara sederhana menganjurkan kita agar menuruti kata hati dan impian kita.



Apa yang akan dilakukan Shakespeare dalam menganeka-ragamkan hartanya?



Semua bisnisku.Tak kupercayakan hanya pada seorang saja, atau pada satu tempat saja; Demikian juga aku tidak menggantungkan hartaku pada keberuntungan di tahun ini saja.



Antonio, The Merchant of Venice, I.i.41



Nasihat masalah keuangan dari Antonio ini sukup sederhana dan sudah sangat tua, tetapi sering diabaikan. Jangan taruh semua telur anda satu keranjang. Buktinya, Antonio tidak melakukan seperti apa yang dia katakan dalam nasihatnya. Ia terjebak dalam suatu situasi di mana ia berusaha melakukan banyak hal sekaligus dalam suatu  waktu bersamaan, sehingga ia bahkan berutang satu pon daging tubuhnya sendiri pada seorang lintah darah bernama Shylock.



William Shakespeare, adalah orang yang realistis, investor dalam bisnis teater, real estate, dan pasar komoditi pertanian Stratford, mendesak anda agar melakukan diverifikasi. Berbagai perencanaan keuangan yang kini ada di pasaran melibatkan gabungan beragam peluang investasi: saham, surat berharga, real estate, rekening bank dan banyak lainnya.



Apa yang akan dilakukan Shakespeare jika ia mendapatkan sejumlah tanggung jawab baru?



Jangan khawatir akan kehormatan. Beberapa diantara kita memang terlahir sebagai orang terhormat, Beberapa meraih kehormatan dan beberapa lagi tertimpa kehormatan.



Twelfth Night, II.v.143



Setiap hari kita selalu menemukan diri kita dalam banyak situasi baru yang penuh tantangan. Shakespeare berpesan bahwa kita tidak boleh takut menghadapi semua itu. Sebaliknya, kita seharusnya memandang mereka sebagai suatu petualangan yang mengasyikkan, sebuah kesempatan. Ia mengatakan pada kita untuk mempercayai semua naluri kita dan menggunakan semua bakat serta kemampuan kita dan kita pun pasti akan berhasil.



Apa yang akan dilakukan Shakespeare terhadap ketepatan waktu?



Lebih baik terlalu cepat tiga jam daripada satu menit terlambat.



Francis Ford, The Mercy Wives of Windsor, II.ii.311



Shakespeare mengingatkan kita bahwa kita bisa mengurangi stress dalam kehidupan kita, dan juga orang lain, hanya dengan menyisakan banyak waktu untuk pertemuan atau janji berikutnya. Dengan demikian, anda akan tiba di sana sedikit lebih awal. Hal ini akan memberikan anda sedikit waktu untuk melakukan sedikit persiapan tambahan untuk pertemuan itu, atau untuk sekadar melihat-lihat di pertokoan-atau membeli margarita sebelum teman-teman anda berdatangan. Bukankah semua ini adalah hal yang sangat baik? Ini akan mendukung keberhasilan dalam profesi apa pun. Atau  sesiapapun kita yang berdomisili di Jabodetabek menuju kawasan perkantoran di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Bukankah jauh lebih baik tiba di kantor lebih dini daripada telat dua puluh sembilan menit? Kalau tiba lebih dini, kita bisa tidur atau tiduran di kursi. Kalau telat sebelum pukul 07.59, bisa fleksi. Kalau melebihi pukul 08.00, maka praktis tunjangan dipotong sekian prosen dan akan diomeli istri.



Apa kata Shakespeare bila harus bekerja (pukul 07.30 s.d pukul 17.00? )



Lihatlah kehidupan masyarakat Romawi kuno. Warganegara yang mulia, kaya dan yang mendapat hak-hak istimewa serta begitu banyak hari libur, ternyata mengalami kebosanan hingga akhirnya mereka melewatkan waktunya dengan mulai menciptakan pertujukan yang mempertontonkan pencampakan orang-orang tertentu ke mulut singa. Banyak kenyataan bahwa dalam suatu pekerjaan normal, anda menghabiskan lebih banyak waktu terjaga di luar waktu kerja sesungguhnya. Shakespeare memesankan agar kita benar-benar tidak bekerja pada saat anda memang berada di luar jam kerja. Di akhir jam kerja, tinggalkanlah semua pekerjaan anda di kantor. Habiskan waktu senja anda bersama keluarga atau handai tolan. Sebab pada kenyataannya  (sesuai pengakuan beberapa teman) bahwa banyak staf kantor tercinta membawa pekerjaannya ke rumah, lalu menyelesaikannya di akhir pekan. Ah...Terlalu...



Apa yang akan dilakukan Shakespeare ketika ia menghadapi persoalan yang sulit?



Barangsiapa menanggung derita sendirian, batinnya pastilah amat tersiksa. Melupakan dan mencampakkan jauh-jauh kebebasan dan kesenangan, Namun hati yang tabah dan sabar ‘kan mendapat penghiburan, Ketika kesedihan beroleh teman, persahabatan pun terjalin.



Kita tentu mahfum, bahwa cara terbaik untuk menyelesaikan semua masalah kita ialah dengan saling kontak (entah itu terapi kelompok, konseling pribadi atau sekedar ngobrol dengan teman yang  juga sedang frustrasi). Meskipun masih banyak diantara kita yang lebih suka menyimpan permasalahan di dalam hati dan membiarkannya membusuk di situ.



Apa yang akan dilakukan Shakespeare saat berbelanja pakaian?



Gaya hidupmu kiranya sesuai dengan isi dompetmu, namun tak perlu mewah; boleh kaya, tapi jangan norak; Karena busana kerap mencerminkan pemakainya.



Polonius, Hamlet, I.iii.70



Shakespeare hidup di zaman ketika orang sangat memperhatikan kesantunan berbusana. Gaya renaisans Italia menyingkirkan breeches dan tunik serbaguna yang merupakan produk abad pertengahan dan memperkenalkan pada Eropah yang baru memasuki abad keemasan suatu busana lengkap yang terdiri dari slops dan pantaloon, doublets dan jerkins, capes dan bodices. Namun nasihat Polonius pada anak lelakinya, Laerte yang hendak berpergian ke Perancis, mencerminkan kepribadian Shakespeare yang praktis; busana hendaknya sesuai dengan dompetmu. Berbelanjalah sesuai kebutuhan anda, katanya, namun juga jangan jadi orang kikir.



Apa yang akan dilakukan Shakespeare tetnang penggunaan kartu kredit?



Janganlah menjadi pengutang atau pemiutang.



Polonius, Hamlet, III.i.75



Baiklah, anda mungkin pernah mendengar nasihat ini sebelumnya. Tetapi pakah anda sungguh-sunguh menaatinya? Sekarang ini semuanya memang menjadi serba mudah. Di zaman di mana orang “beli sekarang dan bayar tanpa bunga hingga Februari 2152!” dan mendapat “bunga khusus 2,9%!” yang akhirnya terjerat dalam utang. Tentu saja, untuk membeli mobil atau rumah, kita perlu mengajukan pinjaman. Dan, tentu saja tidak masalah untuk meminjamkan sedikit uang pada seorang teman yang dalam kesulitan, asalkan anda tak pernah berharap uang itu dikembalikan. Namun Shakespeare tahu bahwa semua itu harus dipandang sebagai suatu perkecualian dan bukan merupakan hukum. Tampaknya Shakespeare telah pensiun pada usia yang masih cukup produktif, yaitu 44 tahun, dan kembali ke Stratford; ia tak mungkin dapat melakukan semua itu jika tidak hidup secara hemat.



Tentang karya William Shakepeare





Hotma di Hita L.Tobing



Kebon Kelapa 8/06/2016 13:00:29


Baca Juga

DIA TAK MAMPU KULUPA, MESKI JAUH, AKU TETAP CINTA

oleh: Hotma D.L. Tobing

Membaca itu nikmat. Kayak sate padang ditambah karupuak jengad. Lamak bana, tambuah satanga.

  • 248
  • 1
  • 0
  • 0
  • Artikel

Asuransi, Pengertian dan Jenisnya

oleh: Dipo Dwijaya

Membahas mengenai Asuransi, Pengertian dan Jenisnya.

  • 435
  • 1
  • 1
  • 0
  • Artikel

NAPAK TILAS PUTIH ABU-ABU

oleh: Ai No Hikari

Ini tentang kedodolanku selama masih jadi siswa berseragam putih abu-abu. Tiga insiden kisah nyata y....

  • 324
  • 2
  • 1
  • 0
  • Artikel
Karya Lainnya dari hotmadihita

Rindu dan Seteru

oleh: Hotma D.L. Tobing

Ya rindu, tetaplah diejawantahkan menjadi....

  • 284
  • 1
  • 0
  • 0
  • Puisi

Temptation Only

oleh: Hotma D.L. Tobing

Harus terjadi , supaya terjadi

  • 314
  • 0
  • 0
  • 0
  • Lainnya

Berang

oleh: Hotma D.L. Tobing

Dunia ngamuk

  • 290
  • 0
  • 0
  • 0
  • Lainnya