Dewan sang Dewa

olehfauziatma Diterbitkan 12 October 2014

Dewan sang Dewa


Beringin tua di halaman meranggaskan dedaunan keringnya ketika saya menuju pintu rumah berdesain Hindia Belanda itu. Rumah itu milik Gading Bondosogo, pelukis humanisme tersohor di kalangan kami, kolektor seni kelas atas. Lukisannya dinilai begitu nyata dan bernyawa, pun ditambah pribadi merakyatnya yang menjunjung kemanusiaan dan menentang ketidakadilan. Di teras saya membuka undangannya lagi. Nomornya tepat. Tangan saya sudah tergantung di udara hendak mengetuk, tetapi pintunya lebih dulu berayun sendiri.



Gading terlihat di tengah ruangan bersama kanvas dan kuasnya, disorot cahaya temaram, melukis “Dewan sang Dewa”. Ia butuh bantuan saya sebagai ketua dewan karena lukisannya menyampaikan pemujaan rakyat terhadap saya. Nilai dan keterpercayaan saya pasti meningkat di benak rakyat lewat karya yang akan dilibatkan dalam aksi kemanusiaannya ini. Syaratnya saya datang sendiri, tanpa supir, tanpa seorang pun tahu saya pergi. Kami mengobrol. Ia membicarakan paradoks, terkadang membela kemanusiaan memang perlu mengorbankan beberapa orang.



“Apa yang bisa saya bantu untuk lukisan ini?” Saya tak sabar terlibat dalam karyanya.



“Anda sudah banyak membantu dari obrolan tadi,” katanya. “Sekarang Anda hanya perlu menyentuh figur Anda di lukisan ini.”



Saya menurut. Lalu gelap sekelebat.



Ketika membuka mata, saya bergeming kaku memandangi Gading yang tampak raksasa, tersenyum memegang kuasnya. “Bertambah satu lagi lukisanku yang hidup.”


Baca Juga

Pulang

oleh: Steven A.B.

Ringkasan cerita tidak tersedia

  • 318
  • 0
  • 0
  • 0
  • Fiksi Kilat

kasihmu ayah

oleh: afifah marwa

seorang anak yg merindukan kasih sayang seorang ayah yg telah meniggalkannya

  • 362
  • 0
  • 0
  • 0
  • Fiksi Kilat

Kalimat Terakhir Tarmiji

oleh: Galih Rakasiwi

Tarmiji mati tertimpa pohon tumbang, namun ia tidak benar-benar mati. Sebab ia bangkit kembali dari ....

  • 296
  • 0
  • 0
  • 0
  • Fiksi Kilat
Karya Lainnya dari fauziatma

Koin Dwicitra

oleh: Fauzi Atma

Koin Dwicitra bisa memutar hidupmu dari sengsara jadi bahagia.

  • 411
  • 3
  • 1
  • 0
  • Cerita Pendek

Keping-Keping Cermin

oleh: Fauzi Atma

Untuk bahagia hanya dibutuhkan sekeping pecahan cermin.

  • 427
  • 3
  • 6
  • 0
  • Cerita Pendek