Blog

Tips Menulis Novel: 7 Langkah untuk Penulis Pemula

Diterbitkan 27 February 2017

Sebelumnya kami pernah memberikan tips menulis cerpen, sekarang kami akan memberikan tips menulis novel.

Bagi para penulis pemula, tentu kepingin banget menemukan tips yang tepat untuk menulis novel.

Pertanyaan selanjutnya adalah, adakah tips menulis novel yang tepat? Hmm … kami pikir semua tips menulis novel itu bisa saja tepat dan berguna. Kalau tidak tepat dan berguna, untuk apa tips itu ditulis? Ya, enggak?

Namun, kami berpendapat, tidak semua tips itu cocok untuk semua penulis. Ada tips yang cocok bagi si penulis A, tapi ternyata kurang cocok bagi si penulis B. Kira-kira begitu.

Nah, di sini kami akan memberikan tips menulis novel yang mudah-mudahan saja cocok untuk kamu yang sudah kebelet ingin menulis novel. Oh iya, sebelumnya, silakan baca artikel kami mengenai elemen-elemen penting dalam novel.

 

Tips Menulis Novel #1: Temukan Ide Cerita

Ada begitu banyak ide cerita yang bisa kamu tulis. Tugasmu hanyalah memilih ide cerita mana yang menurutmu paling menarik untuk dituliskan.

Apakah tentang kisah seorang gadis remaja yang jatuh cinta kepada sebatang pohon yang tumbuh di halaman sekolah, atau tentang seorang pencinta teori konspirasi yang sering di-bully teman-temannya, atau tentang sekelompok pemuda yang gemar membuat berita-berita hoax demi mendapatkan uang, atau tentang seorang vloger yang sering mengekspos kehidupan pribadinya, atau tentang seorang pengendara ojek online yang sering merayu para kostumernya, atau tentang apa saja yang menurutmu asyik untuk dijadikan novel.

Intinya, ide cerita itu ada banyak sekali jumlahnya. Jadi, kamu jangan takut kehabisan ide cerita, ya. Kamu juga bisa baca artikel kamu mengenai cara mendapatkan inspirasi

 

Tips Menulis Novel #2: Tentukan Genre

Sebenarnya kamu nggak perlu pusingin soal genre sih. Tapi enggak ada salahnya juga kalau kamu ingin menentukan genre untuk calon novel kamu.

Apakah roman, komedi, thriller, horor, drama, dll.

Setiap genre punya aturannya masing-masing. Jadi, kalau sudah menentukan genrenya, kamu pelajari deh aturan-aturan dasar dari genre tersebut.

Sering-sering baca novel dari genre yang sekiranya sesuai dengan calon novel kamu. Pahami cara kerjanya seperti apa.

 

Tips Menulis Novel #3: Tulis Premis

Sederhananya, premis adalah kesimpulan. Jadi, kalau ada yang bertanya, “Premisnya apa?”, itu sama saja dengan bertanya, “Kesimpulannya apa?”.

Seperti yang kita tahu, yang namanya kesimpulan itu tidak perlu panjang-panjang. Satu kalimat pendek saja sudah cukup. Bahkan ada yang mengatakan bahwa semakin sedikit kalimatnya semakin bagus.

Jadi, setelah kamu sudah menemukan ide cerita dan sudah menentukan genrenya, sekarang saatnya kamu berpikir tentang premis atau kesimpulan dari keseluruhan cerita kamu.

Contoh premis sederhana:

Seorang tentara muda yang tidak mau memegang senjata dan tidak ingin membunuh manusia, tetapi ternyata dirinya paling banyak berhasil menyelamatkan nyawa teman-teman seperjuangannya di medan perang dibandingkan dengan mereka yang memiliki senjata.

Ya, premis yang kami tulis di atas adalah hasil dari menonton film Hacksaw Ridge.

 

Tips Menulis Novel #4: Temukan Karakter

Kami sudah beberapa kali menulis artikel tentang penokohan atau karakter. Jadi, daripada terjadi pengulangan, alangkah baiknya kamu baca artikel-artikel berikut ini ya:

Tips menemukan karakter 1

Tips menemukan karakter 2

 

Tips Menulis Novel #5: Tulis Sinopsis

Jika premis adalah kesimpulan, sinopsis bisa dibilang rangkuman. Jika premis hanya terdiri dari satu-dua kalimat, sinopsis lebih banyak lagi, bahkan bisa satu-dua halaman.

Dalam sinopsis, kamu tulis semua cerita kamu dari awal sampai akhir ke dalam sebuah rangkuman.

Oh iya, sinopsis itu bukan yang tertulis di belakang sampul buku, ya. Kalau tulisan yang tertulis di belakang sampul itu namanya blurb.

Fungsi sinopsis adalah agar editor bisa tahu ceritamu akan seperti apa, tanpa perlu membaca isi novel kamu secara keseluruhan.

 

Tips Menulis Novel #6: Tulis Draf Pertama

Setelah ide, premis, karakter, dan sinopsis sudah kamu tulis, sekarang saatnya menulis draf pertama novel kamu. Hore!

Tulislah draf pertama kamu berdasarkan dengan premis dan sinopsis yang sudah kamu buat. Percaya, deh, tanpa ada premis dan sinopsis, penulisan draf pertama kamu akan sangat sulit.

Draf pertama adalah sampah, begitu kata Ernest Hemingway. Jadi, kamu jangan khawatir jika draf pertamamu jelek. Memang kodrat draf pertama itu begitu. Jelek. Toh, nanti akan bisa kamu revisi dan perbagus lagi di draf berikutnya.

Tujuan utamanya adalah, tulis draf pertamamu sampai selesai, sampai tamat, sampai the end. Perkara bagus atau tidak, itu urusan nanti.

 

Tips Menulis Novel #7: Revisi

Nah, bisa dibilang ini adalah tahap yang berdarah-darah. Setelah draf pertamamu selesai, sekarang adalah saatnya untuk mempermak ceritamu.

Baca dan revisi! Baca lagi, revisi lagi! Jangan pernah bosan!

Pikirkanlah bagaimana agar kalimat pertamamu bisa lebih menarik, hindari ungkapan-ungkapan klise yang sudah ketinggalan zaman, kalau ada kalimat tidak layak harus kamu ubah menjadi kalimat yang tepat guna, cari logika yang kurang terbangun dengan baik dan segera lakukan perbaikan, dan lain sebagainya. Intinya, di tahap inilah kamu berkesempatan untuk memoles ceritamu untuk menjadi lebih baik lagi.

 

Demikianlah tips menulis novel dari kami. Selamat menulis novel! ^_^

Share this :