Blog

Tiga Metode yang Asyik untuk Latihan Menulis

Diterbitkan 14 October 2016

Jika ingin lancar menulis cerita, berarti kamu harus sering-sering latihan. Kamu enggak akan bisa langsung menjadi penulis jago kalau kamu sendiri enggak pernah latihan.

Ibarat orang yang ingin lancar berenang, otomatis dia harus sering latihan berenang. Entah itu ikut kursus berenang, atau minta bantuan seorang teman yang jago berenang, atau otodidak alias belajar sendiri di aliran sungai berwarna cokelat yang berada dekat rumah.

Intinya, kamu harus sering-sering latihan. Titik.

Kamu mungkin bisa saja latihan menulisnya langsung ketika sedang mencoba menulis cerpen, misalnya. Latihannya langsung on the spot. Sebenarnya bisa saja sih, tapi cara itu enggak akan efektif. Cerpenmu akan berakhir menjadi sekadar “cerpen latihan”. Bukan cerpen sebenarnya.

Jadi, kamu harus memisahkan proses menulis betulan dengan proses latihan. Sebab keduanya memang berbeda.

Di bawah ini kami akan sampaikan tiga metode yang asyik untuk latihan menulis.

 

Cerita 6 Kata

Pada suatu kesempatan, Ernest Hemingway pernah ditantang temannya untuk membuat cerita dengan hanya menggunakan 6 kata. Lalu, dia menulis, “For sale: baby shoes, never worn.” (Dijual: sepatu bayi, tidak pernah dipakai.)

Setelah kejadian itu, akhirnya banyak penulis yang menjadikan cerita 6 kata itu sebagai ajang untuk latihan menulis. Tujuan metode menulis cerita 6 kata ini adalah agar kamu belajar tentang bagaimana menciptakan kata yang tepat dan efisien untuk membuat sebuah cerita.

Tentu saja menulis cerita 6 kata itu enggak mudah. Bagaimana caranya menulis cerita hanya bermodalkan enam 6 kata? Susah! Namun, di situlah letak serunya. Apa enaknya sih mengerjakan sesuatu yang mudah? Semakin sulit sebuah tugas, berarti akan semakin tertantang kita dibuatnya.

Jadi, cobalah kamu mulai melakukan metode cerita 6 kata ini. Dijamin bakalan seru, deh. Berikut kami tampilkan 3 contoh cerita 6 kata:

  • Percayalah kepadaku. Aku adalah tukang bohong. ~ karya Noor H. Dee
  • “Aku lupa mengunci selnya!” ujar Sipir. ~ Karya Ilham Amanah Rangga
  • Salah menekan tombol, gedung itu terbakar. ~ Karya Rany Purwadi
  • Maaf, sepatu ini tidak dijual satuan.

 

Cerita 2 Kalimat

Metode ini juga enggak kalah seru, lho. Cerita 2 kalimat ini pernah booming tahun 2014-2015. Tema yang ditulis dalam cerita 2 kalimat ini kebanyakan horor dan thriller. Tapi kamu juga bisa kok mengambil tema yang lain, seperti komedi, romantis, drama keluarga, dan lain-lain.

Sama seperti cerita 6 kata, tujuan melakukan latihan cerita 2 kalimat ini adalah agar kamu bisa lebih selektif lagi dalam memilih kata.

Karena jumlah katanya lebih banyak dari cerita 6 kata, tentu cerita 2 kalimat ini agak lebih mudah. Kamu memiliki ruang yang agak sedikit panjang untuk mengeksplorasi sebuah cerita.

Namun, tetap saja dibutuhkan kreativitas yang cukup tinggi agar bisa menciptakan cerita 2 kalimat yang bagus.

Berikut adalah cerita 2 kalimat yang pernah Sipenulis buat, yang dulu sempat kami bagikan di Fanspage Sipenulis:

  • Anakku menangis ketika bonekanya aku lempar ke luar jendela. Aku mungkin terlihat jahat, tetapi tadi malam aku melihat boneka itu menari-nari sendirian!
  • Suamiku selalu marah-marah jika aku dan anak-anakku bermain di ruang tamu. Kata suamiku, "Kita tidak pernah punya anak!"
  • Istriku menelepon, padahal dia sudah mati beberapa bulan yang lalu. Aku mengangkatnya dan mendengar ia berkata dengan suara gemetar, "Kenapa kamu membunuhku?"
  • Aku menemani adikku yang sedang dirawat di rumah sakit. "Pacar kakak cantik juga," ujarnya sambil menatap ke arah sampingku yang tidak ada seorang pun di sana.

 

Cerita 5 Paragraf

Sebenarnya metode ini meniru esay 5 paragraf. Bedanya, Cerita 5 paragraf itu lebih kepada cerita pendek. Metode ini diprakarsai oleh Noor H. Dee untuk latihan menulis cerpen di Forum Lingkar Pena Depok.

Dalam metode ini kamu diberi ruang yang lebih luas lagi, yaitu kamu bisa menulis cerita sampai 5 paragraf! Tidak cuma 6 kata atau 2 kalimat saja. Jadi, kamu bisa lebih mengeksplorasi lagi cerita yang kamu buat.

Contoh cerita 5 paragraf karangan Noor H. Dee bisa kamu baca di sini: Wajah

 

Sekian! Demikian tiga metode yang asyik untuk latihan menulis. Semoga dengan sering-sering kamu melakukan latihan ini, kemampuan menulismu akan menjadi semakin oke. Aamiin.[]

Share this :