Blog

Menggali dan Mengembangkan Tema Cerita

Diterbitkan 23 October 2016

Cerita fiksi yang baik terdiri dari beberapa unsur: karakter, plot, latar, konflik, dialog, dan tema. Kali ini kita akan membicarakan soal tema.

Bisa dibilang memilih tema untuk cerita fiksi itu enggak mudah. Dengan begitu banyaknya tema yang ada di dunia ini, sering membuat kita bingung. Kisah cinta, pengkhianatan, keserakahan, penindasan, balas dendam, dan kerusakan alam. Mau pilih yang mana? Entahlah. Bingung!

Terkadang, sebagian besar cerita tidak hanya memiliki satu tema, melainkan beberapa tema. Cerita Harry Potter, misalnya. Meskipun tema utamanya adalah orang baik vs orang jahat, tetapi ada juga tema tentang persahabatan, pengorbanan, dan keluarga.

Dalam artikel kali ini kita akan melakukan latihan untuk mengeksplorasi dan mengembangkan tema untuk cerita fiksi kita.

 

Tips 1: Identifikasi tema cerita orang lain

Jika kamu dan temanmu bareng-bareng menonton film Titanic, kalian mungkin mengidentifikasi tema yang berbeda dalam film tersebut. Mungkin kamu menganggap tema dalam film itu adalah kesenjangan sosial, dan mungkin temanmu menganggap temanya adalah kebebasan. Dalam hal ini, kalian berdua benar. Nah, untuk latihan kali ini, kamu harus memilih salah satu cerita favoritmu dan temukan temanya.

- Pilih buku atau film favorit kamu. Buatlah semacam daftar tema yang berhasil kamu identifikasi dalam cerita tersebut. Ingat, di sini kamu hanya disuruh mencari tema, jadi abaikan dulu konflik dan plotnya.

- Setelah itu, pilihlah satu tema yang menurut kamu paling utama. Kamu mungkin menemukan dua atau tiga tema utama. Pilihlah hanya satu tema saja untuk mengeksplorasi langkah berikutnya.

- Langkah terakhir, berikanlah penjelasan bagaimana si penulis atau pembuat film itu menyajikan tema tersebut melalui plot, karakter, dan adegan. Bagaimana tema itu dieksekusi sehingga menjadi sebuah cerita.

 

Tips 2: Mulai dari Tema

Pilihlah  tiga tema dan bagaimana kamu mewujudkan masing-masing tema itu melalui karakter, plot, atau adegan. Berikut adalah contoh cerita yang bertemakan balas dendam: Seorang wanita dipecat dari tempat kerja karena rekan kerjanya melaporkan dirinya telah mencuri sesuatu. Alih-alih bertanggung jawab, wanita itu malah menyalahkan rekan kerjanya sehingga dia juga dipecat meskipun dia tidak bersalah.

 

Tips 3: Kumpulkan tema

Kamu sudah belajar tentang bagaimana mengidentifikasi tema dan mengeksekusi tema itu dalam cerita fiksi kamu. Sekarang buatlah semacam daftar kumpulan semua tema cerita yang bisa kamu gunakan untuk cerita. Setiap kali kamu menemukan tema yang menarik, masukkan ke dalam daftar itu. Kamu bisa melihat-lihat lagi daftar kumpulan tema itu setiap kali kamu bingung memilih tema untuk proyek penulisan kamu.

 

Beberapa tips lainnya yang berkenaan dengan tema

Pertama-tama kamu harus menyajikan tema cerita secara samar alias tidak terlalu jelas. Masukkan tema ke dalam ceritamu itu secara halus. Jika kamu memilih tema tentang pengorbanan untuk cerita kamu, jangan tunjukkan karakter kamu melakukan pengorbanan di setiap bab. Sebuah tema bisa bekerja dengan baik ketika dihadirkan secara halus.

Sebagian besar pembaca tidak suka dengan novel atau cerpen yang mengkhotbahi mereka. Jadi, meskipun tema yang kamu pilih berisi pesan dan moral, hadirkanlah tema itu secara baik. Misalnya tentang pencurian. Semua orang tahu bahwa mencuri itu salah, tapi akan berbeda halnya bila pencurian itu dilakukan oleh seorang anak pengungsi Suriah yang kelaparan.

Kira-kira seperti itu. Kamu bisa mendapatkan tema dari mana saja. Kalau bisa, carilah tema cerita yang kamu sukai. Meskipun kamu tidak tahu banyak tentang tema yang kamu pilih, selama kamu menyukainya, kamu akan mencari tahu dengan senang hati.

Oke, selamat mencari tema untuk proyek penulisanmu.[]

 

Nb: artikel ini merupakan terjemahan bebas dari sini.

Share this :