Blog

Menerbitkan Ebook? Kenapa Tidak?

Diterbitkan 24 July 2016

Waktu selalu berjalan, zaman selalu berubah, dan teknologi selalu berkembang.

Jika dulu orang-orang di Mesopotamia menulis pada lempengan tanah liat, kini orang-orang dari beragam dunia menulis pada beragam media seperti kertas, komputer, ponsel, dan lain-lain.

Jika dulu orang-orang Mesir kuno membaca tulisan lewat gulungan papirus, kini orang-orang dari beragam dunia membaca tulisan lewat lembaran-lembaran kertas yang kita kenal dengan sebutan buku.

Begitulah. Waktu bukan hanya mengubah hitamnya rambut kita menjadi putih, melainkan juga mengubah kebiasaan-kebiasaan kita, salah satunya adalah kebiasaan kita dalam membaca.

Ya, kebiasaan membaca kita telah mengalami evolusi dari waktu ke waktu. Pada mulanya kita hanya terbiasa membaca tulisan lewat halaman kertas, sekarang kita sudah terbiasa membaca tulisan lewat layar sentuh ponsel pintar.

Entah itu tulisan artikel di blog, status di media sosial, berita di media online, dan lain sebagainya, termasuk membaca buku digital atau buku elektronik atau yang biasa kita sebut sebagai ebook.

Meskipun saat ini jumlah pembaca ebook masih kalah jauh dibandingkan dengan pembaca buku konvensional, tapi bukan tidak mungkin nanti jumlah itu akan semakin bertambah.

Mengapa kami bisa yakin begitu? Sebab, kami menganggap semua ini hanyalah masalah kebiasaan.

Ketika untuk pertama kalinya ebook hadir di muka bumi ini, memang banyak yang menyambutnya dengan nyinyir. Alasannya masih lebih enak membaca buku konvensional, sebab ada sentuhan fisik. Belum lagi aroma buku yang menenangkan, ugh, membuat buku konvensional seperti tidak bisa tergantikan.

Namun, sekali lagi kami katakan, semua ini hanyalah perkara kebiasaan. Orang-orang belum nyaman membaca ebook karena mereka memang belum terbiasa. Titik. Jika sudah terbiasa, mereka akan nyaman juga dan akan mulai menyukai ebook sebagaimana mereka menyukai buku konvensional.

Itu sebabnya sekarang para penerbit di sini sudah mulai menerbitkan buku dalam dua versi. Versi pertama dalam bentuk buku konvensional, versi kedua dalam bentuk ebook. Kenapa para penerbit itu juga menerbitkan versi ebook? Karena, mereka tahu bahwa ke depan, masyarakat pembaca ebook akan meningkat.

Logika penerbit adalah logika bisnis. Mereka tidak akan mau melakukan sesuatu jika tidak ada profit di depannya. Intinya, mereka menerbitkan ebook sebab memang sudah ada pembelinya, meskipun mungkin untuk saat ini jumlahnya masih tidak semassif pembeli buku konvensional.

Kembali lagi, ini hanya masalah kebiasaan. Semuanya membutuhkan proses, dan saat ini kita sedang menjalani proses tersebut. 

Nah, sebagai penulis, apakah kita mau menerbitkan ebook? Hmm. Menurut kami, kenapa tidak? Beberapa penerbit di sini sudah memiliki lini khusus yang hanya menerbitkan buku dalam bentuk ebook. Kamu bisa kirim naskahmu ke sana.

Sebab, suatu saat nanti, percayalah, melihat sampul buku kita mejeng di Google Playstore atau AppStore akan sama membanggakannya dengan menatap buku kita nangkring di rak toko buku Gramedia, Toga Mas, Gunung Agung, dan lain sebagainya.

Oh iya, selain kebanggaan, tentu saja menerbitkan ebook juga akan memberikan kita penghasilan. Ya, penghasilan. Percayalah kepada kami.[]

Share this :