Blog

Lokakarya Menulis Kreatif Sipenulis

Diterbitkan 6 October 2016

Sabtu kemarin, 1 Oktober 2016, Sipenulis mengadakan acara “Lokakarya Menulis Kreatif” di Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, Jakarta.

Mereka yang menjadi narasumber dalam acara tersebut adalah Alda Trisda (agen naskah), Erni Aladjai (novelis), dan Noor H. Dee (cerpenis). Ketiga narasumber itu membahas segala hal yang berkaitan dengan dunia tulis-menulis, sesuai dengan fokus bidang mereka masing-masing.

Sesi pertama diisi oleh Alda Trisda. Alda, yang sudah puluhan tahun tinggal di Eropa, tepatnya di Belgia, membahas tentang pentingnya peran agen bagi seorang penulis. Dengan adanya agen, demikian Alda membagi kisahnya, penulis tidak perlu pusing-pusing lagi mencari penerbit. Tugas penulis hanyalah menciptakan karya yang bagus, sedangkan tugas pencarian penerbit ada di tangan sang agen.

Selain memudahkan penulis, peran agen juga sangat memudahkan pekerjaan penerbit. Sehingga, naskah-naskah yang masuk ke penerbit adalah naskah-naskah yang memang sudah siap terbit, bukan naskah mentah yang perlu dipoles lagi di sana-sini.

Begitu pula dengan promosi. Alda mengatakan bahwa penulis tidak perlu repot-repot mempromosikan karyanya. Promosi adalah pekerjaan besar, yang tidak akan maksimal jika dilakukan oleh penulis. Penerbit dan agen memiliki tanggung jawab untuk mempromosikan buku si penulis. Di sesi ini para peserta lokarkarya mendapatkan wawasan baru tentang dunia tulis-menulis yang terjadi di luar Indonesia, khususnya di Eropa.

Sesi kedua diisi oleh Erni Aladjai, pemenang unggulan Dewan Kesenian Jakarta 2012 atas novelnya yang berjudul “Kei”.

Erni membagikan semua ilmu menulis novelnya kepada para peserta lokakarya. Diskusinya lumayan seru. Setiap peserta mengajukan pertanyaan demi pertanyaan seputar bagaimana menulis novel yang baik.

Tidak cukup sampai di situ, Erni juga memberikan semacam permainan kepada para peserta. Permainan yang cukup sederhana tetapi lumayan membuat tegang. Setiap peserta disuruh mencatat 10 kata benda yang terdapat di ruangan lokakarya. Setelah itu, mereka diminta untuk menuliskan 1-2 paragraf dari 10 kata tersebut. Permainan itu diberi waktu 10 menit, dan para peserta pun mulai sibuk menulis.

Karena format acaranya lebih mirip forum diskusi, acara lokakarya itu berlangsung cukup akrab. Terlihat para peserta tanpa malu-malu mengangkat tangannya untuk kemudian mengajukan pertanyaan.

Sesi ketiga adalah sesi terakhir. Berlangsung setelah makan siang. Diisi oleh Noor H. Dee, seorang cerpenis yang juga seorang editor buku anak di penerbit Noura Books. Tidak seperti sesi Alda Trisda dan Erni Aladjai yang lebih ke arah forum diskusi, pada sesi terakhir Noor H. Dee menggunakan layar presentasi yang berisi tentang segala hal yang berkaitan dengan dunia cerpen. Setiap peserta terlihat serius mendengarkan dan mencatat apa yang disampaikan oleh cerpenis asal Depok itu. Dalam presentasinya itu Noor H. Dee juga menyertakan tips-tips menulis cerpen untuk pemula.

Selain mendapatkan ilmu tentang kepenulisan, para peserta juga mendapatkan buku gratis dari Penerbit Noura Books, yang merupakan sponsor acara tersebut.

Demikianlah laporan singkat lokakarya menulis kreatif yang diadakan oleh Sipenulis. Tentu saja mungkin ada yang terlewat dan tidak tercatat.

Insya Allah ini bukanlah acara yang terakhir dari Sipenulis. Ke depan, Sipenulis akan terus mengadakan acara-acara kepenulisan yang lebih seru dan lebih bermanfaat![]

 

*Bagi yang ingin memiliki file presentasi menulis cerita pendek, silakan unduh di sini.

 

Share this :