Blog

Kiat Singkat Hadapi Kritik

Diterbitkan 23 July 2016

Bagaimana rasanya jika tulisan kita dikritik? Sudah pasti nyebelin banget, dong. Kita sudah capek-capek nulis, eh, malah dikritik. Apes banget.

Tapi, sayangnya, sebagai penulis kita enggak akan bisa menghindar dari yang namanya kritik. Jadi, ya, lebih baik hadapi saja. Iya, kan?

Berikut adalah beberapa kiat bagaimana caranya menghadapi kritik.

Tahu perbedaan antara kritik destruktif dan kritik konstruktif

Ini adalah langkah pertama ketika menghadapi kritik. Kritik destruktif adalah kritik yang tidak akan membuat karya kita berkembang. Lebih baik kita cuekin saja kritik jenis ini. Lupakan. Kritik konstruktif adalah kritik membangun yang akan membuat kita semakin berkembang dalam berkarya. Meskipun mungkin kritiknya pedas banget kayak sambal Bebek Slamet, kita dengarkan dan kita catat kritik tersebut untuk perbaikan karya kita.

Menyadari karya kita tidak sempurna

Ini adalah cara yang paling oke ketika sedang menghadapi kritik. Tidak ada karya yang sempurna, termasuk karya kita. Jadi, misalnya ada yang kritik, "Tulisanmu jelek banget, ih." Berikan senyuman terbaik kita dan katakan, "Tak ada karya yang sempurna." Hahaha. Bukan begitu sih maksudnya. Itu sama saja kayak pasrah. Maksudnya di sini kita harus tahu bahwa kita tidak sempurna dan memang tidak akan pernah sempurna. Jadi, jangan sedih-sedih amat kalau ada yang kritik karya kita.

Jangan dimasukkan ke hati

Cara berikutnya yang bisa kita lakukan ketika karya kita dikritik adalah kritik tersebut jangan dimasukkan ke dalam hati, apalagi sampai dendam dan ingin membunuh segala. Jangan, itu lebay namanya. Lebih baik, ketika karya kita dikritik, kita tanya, "Kamu pulang lewat mana?" sambil mengasah pisau dapur. Hahaha. Bercanda. Intinya sih kembali ke kiat pertama, yang soal kritik destruktif dan konstruktif itu. Kalau itu kritik destruktif, cuekin dan jangan dimasukkan ke dalam hati. Kalau kritik itu konstruktif, kita terima dengan hati lapang dan terbuka.

Berpikir positif

Nah, cara yang ini kayaknya boleh tuh kita lakukan. Lebih baik berpikir positif aja. Bahwa apa pun kritik yang kita terima, baik itu yang destruktif maupun yang konstruktif, pasti untuk kebaikan kita ke depannya. Kita yakin bahwa kritik yang kita terima itu akan membuat karya kita menjadi lebih baik lagi. Semakin sering dikritik akan membuat kita semakin kuat dan kita akan terus berusaha semoga ke depannya karya kita tidak akan menerima kritikan yang serupa.

Membaca kritikan orang lain terhadap karya penulis lain

Nah, kalau cara ini sudah pernah dilakukan oleh Eka Kurniawan. Di dalam blognya dia bilang bahwa salah satu tips bahagia untuk penulis adalah buka Goodreads, lihat buku-buku yang ditulis oleh penulis hebat, dan baca ulasan pembaca yang hanya memberi satu bintang. Dari sana kamu akan lihat bahwa karya Orhan Pamuk pun dibilang sebagai karya yang membosankan, karya Leo Tolstoy dibilang kering, karya William Shakespeare dibilang bodoh dan medioker, dan lain sebagainya. Hahaha. Insya Allah nanti kita akan semakin kuat dalam menghadapi beragam kritik. Penulis besar saja dikritik, jadi kenapa kita harus bersedih?

Sekian! Mudah-mudahan dengan baca tulisan ini kamu tidak takut lagi menghadapi kritikan, ya. Semoga bermanfaat![]

Share this :