Blog

Kiat Menulis Cerita Cinta dari Nicholas Sparks

Diterbitkan 31 July 2016

Nicholas Sparks adalah seorang novelis asal Amerika Serikat. Novel-novelnya laris manis di Amerika Serikat dan di seluruh dunia. Sebagian besar kisah-kisahnya selalu bertemakan tentang cinta dan kisah asmara. Jadi, jika ingin menulis novel romantis, kamu tidak salah jika membaca artikel singkat ini.

Di sini Nicholas Sparls memberikan kita kiat menulis cerita cinta, tentang apa yang harus kita lakukan dan apa yang jangan kita lakukan. Siapa tahu saja setelah membaca ini kamu langsung jago menulis cerita cinta.

Oke, silakan membaca.

1. Ciptakan tokoh cerita yang biasa-biasa saja tapi mampu melakukan hal-hal yang luarbiasa. Misalnya dia hanyalah seorang pria pekerja kantoran yang setiap hari melakukan rutinitas serupa, tetapi karena digerakkan oleh kekuatan cinta yang sangat besar terhadap seorang perempuan yang dia temui di jalan, dia mampu melakukan hal-hal yang luarbiasa untuk mendapatkan cinta perempuan itu.

2. Jangan pernah menciptakan kemudahan-kemudahan untuk tokoh cerita kamu. Apa yang membuat kisah cinta menarik adalah adanya rintangan yang ditemui oleh si tokoh cerita. Kisah cintamu tidak akan seru jika tokoh ceritamu begitu mudahnya menemukan kekasih sejatinya dan langsung bahagia selamanya. Berilah halangan. Berilah tantangan. Agar pembaca bisa belajar bahwa untuk mendapatkan cinta sejati itu ternyata tidak semudah mematikan saklar lampu.

3. Lakukan eksplorasi terhadap emosi yang terdapat dalam diri manusia. Kisah cinta bukan hanya berisi cerita cinta saja, melainkan juga berisi soal kemarahan, kekecewaan, pengkhianatan, kebahagiaan, dan harapan. Cinta bukanlah masalah emosi yang sederhana. Cinta mewujudkan beragam emosi. Eksplorasi semua emosi tersebut.

4. Jangan ciptakan tokoh perempuan yang pasif. Seorang perempuan yang hanya berdiam di dalam kamar sambil menunggu seorang pria mendatanginya adalah cerita yang membosankan. Ciptakan tokoh perempuan yang kuat, tangguh, dan mandiri. Mereka lebih menarik dan juga lebih layak dipuja para pembaca.

5. Ciptakan konflik internal yang kemudian secara perlahan menjadi konflik eksternal. Pada mulanya adalah konflik batin. Apakah aku mencintainya? Apakah dia adalah pilihan yang tepat untukku? Bagaimana kalau ternyata dia tidak mencintaiku? Kemudian dari konflik batin itu akan mengarah ke konflik eksternal, yang biasanya terjadi lantaran adanya kesalahpahaman antar tokoh cerita. 

Demikianlah kiat sederhana ini kami hadirkan untuk kamu semua. Semoga bisa memberikan manfaat.[]

Share this :