Blog

Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Penulisan Kreatif

Diterbitkan 17 August 2016

Setiap penulis tentu pernah membuat kesalahan. Kesalahan yang paling sering terjadi adalah typo, seperti salah ketik, kurang huruf, salah eja, salah tanda baca, dan lain semacamnya.

Namun, kesalahan-kesalahan di atas tidak termasuk kesalahan serius. Semua itu hanya kesalahan kecil yang tidak memiliki efek berarti terhadap sebuah tulisan.

Di bawah ini kami hadirkan kesalahan-kesalahan serius yang sering terjadi dalam penulisan kreatif.

Pembuka cerita membosankan

Pembuka cerita adalah pintu masuk sebuah cerita. Jika pintu itu buruk, tidak ada seorang pun yang sudi membukanya dan itu artinya ia tidak akan pernah ingin masuk ke dalam dunia cerita tersebut. Jadi, usahakan hindari pembukaan cerita yang membosankan. Bagaimanakah pembuka cerita yang membosankan itu? Kamu bisa membacanya di sini: Hindari 5 Adegan Pembuka Cerita yang Klise Ini!

Deksripsi yang tidak perlu

Salah satu hal yang membuat karya fiksi terasa lebih nyata adalah deskripsi. Seperti apa raut wajahnya, bagaimana bentuk bangunannya, seindah apa lekuk hidungnya, semuanya hanya akan terlihat baik jika ditulis dengan deskripsi yang baik pula. Nah, kesalahan yang sering terjadi dalam penulisan deskripsi adalah kita sering menulis deskripsi yang tidak perlu. Jika kita ingin menggambarkan sebuah bangunan, tidak perlulah kita menghabiskan waktu kita dengan menulis deskripsi yang tidak memiliki hubungan dengan cerita. Ya, deskripsi yang tidak perlu adalah deskripsi yang tidak memiliki keterkaitan dengan cerita.

Bertele-tele

Biasanya ini terjadi ketika kita terlalu memedulikan panjang halaman. Karena kita khawatir tidak memenuhi syarat panjang halaman, akhirnya kita melakukan jurus bertele-tele agar panjang tulisan kita sesuai dengan syarat tersebut. Tulisan yang bertele-tele juga terjadi ketika kita ingin menggunakan kata-kata yang megah dan indah, padahal sebenarnya cerita kita tidak membutuhkan kata-kata tersebut. Akhirnya, tulisan kita pun menjadi bertele-tele, membosankan, dan tidak enak dibaca.

Redundan atau pengulangan

Redundan adalah ketika kita menulis hal yang serupa sebanyak dua kali atau lebih. Misalnya seperti kalimat ini, "Besok aku akan pergi ke acara ulang tahun Fulan. Hari ulang tahun Fulan akan terjadi esok hari." Pembaca diberi tahu besok Fulan ulang tahun sebanyak dua kali.

Simile yang tidak pas

Simile adalah majas yang membandingkan dua hal yang berbeda tapi mengandung kesamaan. Mirip seperti metafora, tetapi simile sering dinyatakan secara eksplisit dengan kata seperti, bagaikan, laksana, dll. Biasanya, kalau kita tidak pandai bermain simile, hasilnya akan rancu. Simile yang tidak pas akan membuat kening pembaca mengerut kebingungan. Contoh simile yang tidak pas adalah seperti  kalimat ini: Mata pemuda itu terbuka lebar seperti suara serigala yang mengaum pada lewat tengah malam. Hubungan mata yang terbuka lebar dengan suara auman serigala di mana? Tidak ada.

Begitulah. Semoga bermanfaat![]

Share this :