Blog

Cara Menulis Puisi (bagian 2)

Diterbitkan 9 April 2016

Ini adalah bagian 2 dari seri tentang cara menulis puisi. (Baca Cara Menulis Puisibagian 1)

Teknik Puisi—Ungkapkan yang tidak terlihat

Di bagian 1 kita sudah berbicara tentang bagaimana memilih tema puisi yang ingin ditulis. Dalam bagian ini kita disarankan untuk melakukan observasi dengan cermat terhadap tema yang kita ambil. Namun, pertanyaannya sekarang, bagaimana cara mengobservasi sesuatu yang tidak tampak, seperti cinta dan kematian?

Berikut adalah beberapa saran yang mungkin bisa membantumu:

1. Pikirkanlah tentang angin. Kamu tidak bisa melihat angin, kan? Angin itu tidak terlihat. Tapi kamu tahu bahwa angin itu ada. Kenapa bisa begitu? Karena, kamu melihat dampak yang telah diperbuat oleh angin. Kamu bisa melihat daun-daun bergesekan, permukaan genangan air beriak, dan rambut seorang gadis bergoyang-goyang menyentuh wajahnya. Begitu pula dengan cinta dan kematian. Keduanya tidak terlihat, tidak memiliki suara, dan tidak memiliki bau sama sekali. Namun keduanya memberikan dampak terhadap segala hal yang berada di sekitar mereka. Kamu bisa menggambarkan segala hal yang disebabkan oleh kedua kata tersebut.

2. Buatlah dengan spesifik. Misalnya kamu ingin menulis tentang cinta di antara kedua orangtuamu. Cobalah menuliskannya dengan spesifik: "Cinta di antara kedua orangtua saya terlihat ketika mereka makan malam bersama." Hubungkan kata "cinta" dengan orang-orang tertentu, tempat, dan peristiwa. Cinta, kematian, amarah, dan kecantikan—konsep-konsep tersebut tidak terjadi dalam ruang hampa. Mereka dialami oleh orang-orang dalam situasi tertentu. Menciptakan hubungan antarmanusia akan membuat puisimu memiliki kekuatan emosional yang akan dirasakan oleh para pembaca.

Teknik puisi—makna dan bentuk

Kita sudah berbicara tentang konten sebuah puisi. Sekarang kita akan berbicara tentang bentuk sebuah puisi.

Bagi penyair yang sudah sangat berpengalaman, mereka biasanya sudah langsung tahu bentuk yang seperti apa yang ingin mereka gunakan untuk puisi mereka. Bagi kita yang belum berpengalaman, mungkin masih sulit menentukan bentuk. Namun, tidak ada salahnya untuk mencoba, bukan? Cobalah susun puisi kamu dengan cara berbeda dan lihatlah apa yang akan terjadi. Cobalah buat baris puisi yang pendek dan juga panjang; coba dipecah baris itu di berbagai tempat dan amatilah efeknya.

Bentuk terbaik untuk puisi kamu tergantung pada tema dan suasana yang ingin kamu ciptakan kepada pembaca. Baris yang panjang dapat membuat pembaca lebih cepat atau lebih lambat membacanya, ubah tampilan puisimu pada halaman kertas, pusatkan perhatianmu pada kata-kata tertentu. Semuanya harus bekerja dan berkontribusi terhadap makna puisi itu.

Tulislah dengan beberapa versi berbeda, lalu lihatlah semuanya dan lakukanlah perbandingan. Bagaimana puisi itu terlihat pada halaman kertas? Terasa padat dan berat, atau ringan dan halus? Cobalah baca puisimu keras-keras. Seperti apa iramanya?

Teknik puisi—menulis dan menulis ulang

Dibalik puisi yang berhasil. di sana selalu terdapat proses menulis ulang.

Setiap penyair memiliki caranya masing-masing dalam berkarya. Tidak ada yang benar dan salah. Namun, di sini ada satu ide proses menulis puisi yang mungkin bisa membantumu.

1. Pada tahap pertama, mungkin kamu ingin memfokuskan perhatianmu pada tema subjek puisi kamu, mengembangkan ide-ide yang kuat tentang hal itu.

2. Setelah itu, kamu mulai mencari kata-kata yang terbaik untuk kemudian kamu tulis di halaman, untuk menciptakan gambaran emosi yang sesuai dengan ide-ide dalam pikiranmu sendiri. Jangan melakukan koreksi atau editing. Semua itu dapat menghentikan ide-ide yang sedang mengalir. Tuangkan semuanya. Setelah kamu merasa sudah mendapatkan semuanya, lihatlah apa yang sudah kamu tulis:

- Apakah ada kata-kata yang tidak tepat? Apakah ada kata-kata yang tidak sesuai tujuan? Jika kamu bisa menghapus beberapa kata tanpa merusak puisi itu, hapuslah tanpa ada keraguan sama sekali.

- Apakah ada sesuatu yang terlihat mengada-ada, hanya karena ingin tampil puitis dan untuk mengesankan pembaca? Hapus dan gantilah kata-kata yang hanya dijadikan untuk ajang pamer bahasa.

- Apakah ada bagian-bagian di puisi itu yang kamu lebih sukai ketimbang yang lain? Apakah ada bagian-bagian yang harus kamu hapus? Apakah ada bagian yang tidak cukup pas, yang harus dipotong?

3. Bereksperimenlah seperti orang gila. Cobalah dengan berbagai bentuk dan sudut yang berbeda. Cobalah tulis ide-idemu dalam susunan yang berbeda. Cobalah segala hal yang kami pikir bisa meningkatkan kualitas puisi kamu. Jangan takut salah, kamu bisa kembali ke draft pertama kamu. Lakukan perbandingan. Lihatlah apakah puisimu tampak lebih baik atau lebih buruk? (bersambung ke bagian 3)

Share this :