Blog

Cara Menulis Puisi (bagian 1)

Diterbitkan 9 April 2016

Kamu ingin menulis puisi tapi masih bingung bagaimana cara yang asyik untuk memulainya? Tenang saja, kami baru saja menemukan artikel menarik tentang cara menulis puisi yang baik di sini. Artikel tersebut telah kami terjemah bebas agar bisa kamu pelajari. Semoga bermanfaat.

Ini dia!

Berikut adalah beberapa kiat yang dapat membantu kamu menulis puisi dengan baik.

Cara menulis puisi—mau menulis tentang apa?

Langkah pertama ketika ingin menulis puisi adalah kamu mau menulis tentang apa? Jangan dulu berpikir bahwa kamu harus memilih sesuatu yang mendalam atau puitis. Apa pun bisa menjadi tema untuk sebuah puisi. Puisi-puisi hebat biasanya membahas tentang tema-tema yang cenderung sederhana seperti celana dalam (Joko Pinurbo), misalnya.

Tema yang paling mudah untuk ditulis menjadi puisi adalah tentang sesuatu yang kamu tahu dengan baik, yang kamu memiliki pengalaman dengannya, dan kamu sangat dekat dengan tema tersebut. Karena, puisi yang terasa mendalam dan menarik adalah puisi yang menyimpan rahasia, yang kemudian berhasil kamu kemukakan dengan sudut pandangmu yang unik.

Cara menulis puisi—keluarkan ekspresimu

Dalam bukunya yang berjudul Poetry in Making, penyair Ted Hughes berbicara tentang cara menulis puisi yang bertemakan tentang hewan. Kuncinya, katanya, adalah berkonsentrasi dengan cukup keras terhadap subjek hewan itu. Pilihlah kata-kata yang terbaik dalam menggambarkan hewan tersebut. Kamu bisa menggunakan pendekatan ini untuk tema-tema yang lain.

Pertama-tama, kamu jangan khawatir tentang gaya, tentang menulis indah, atau supaya terlihat puitis. Kalau kamu melulu berpikir supaya terlihat puitis, hal itu akan mengalihkan perhatian kamu dari apa yang sebenarnya ingin kamu tulis. Pernahkah kamu berbicara dengan seseorang yang selalu berusaha untuk tampil menarik dan mengesankan? Pasti sangat membosankan, bukan? Orang itu hanya peduli dengan dirinya sendiri dan tidak peduli dengan apa yang sedang dibicarakan. Demikian halnya dalam menulis puisi. Jika kamu hanya fokus supaya terlihat puitis, hal itu akan membuat pembaca tidak terlalu memberikan perhatian terhadap tema yang sedang kamu angkat.

Cara menulis puisi—ekspresikan pemahamanmu

Sejauh ini, kamu sudah mendapatkan saran untuk memberikan perhatian kepada tema puisi yang kamu ambil. Namun, memberikan perhatian saja belum cukup. Kamu juga harus mengkomunikasikan pemahamanmu kepada para pembaca. Berikut adalah beberapa kiat yang mungkin bisa membantumu:

1. Jangan menegaskan sesuatu yang sudah jelas. Semua tahu bahwa rumput itu hijau dan salju itu dingin. Ketika kamu menyebut kata rumput, pembaca akan langsung membayangkan rumput itu pasti berwarna hijau. Tidak perlu lagi menyebut warna rumput kecuali jika kamu memiliki sesuatu yang ingin kamu utarakan tentang hal itu, sesuatu yang pembaca belum mengetahuinya.

2. Jangan terlalu memaksakan kebaruan. Jika warna rumput sebenarnya hijau, kamu jangan pusing-pusing memikirkan warna lain hanya karena ingin terlihat beda. Fokuslah terhadap tema yang kamu angkat, carilah detail yang betul-betul nyata yang bisa membuat itu menjadi unik, semacam makna yang tersembunyi.

3. Pilihlah kata yang tepat. Kata-kata yang tepat di sini bukan berarti harus puitis, melainkan kata-kata yang bisa mengekspresikan tema yang sedang kamu tulis.

Contohnya kata "sinar" dan "kilau". Kedua kata itu menggambarkan cahaya, tapi jenis cahayanya berbeda. Ketika membaca kata "sinar", saya berpikir tentang suatu cahaya yang hangat yang muncul dari dalam sesuatu. Ketika membaca kata "kilau", saya berpikir tentang potongan-potongan cahaya yang memantul-mantul dari permukaan yang keras. Kata "kilau" memberi kesan tentang sesuatu yang lebih banyak bergerak, dan kata "sinar" memberi kesan tentang sesuatu yang diam. (bersambung ke bagian 2)

Share this :