Blog

Bagaimana Menjadi Penulis Produktif?

Diterbitkan 19 August 2016

Selain kualitas, salah satu hal yang mesti kamu anggap penting ketika ingin menjadi seorang penulis adalah produktivitas. Tolok ukur menjadi seorang penulis profesional adalah seberapa produktif kamu dalam menghasilkan karya. Apakah seseorang layak dianggap sebagai penulis profesional jika ia hanya mampu menulis satu cerpen dalam kurun waktu lima tahun?

Menelurkan karya secara konsisten memang bukan perkara mudah. Bahkan terkadang bisa membuat kamu frustasi. Namun, jika kamu bersungguh-sungguh ingin menjadi penulis profesional, mau tidak mau kamu harus konsisten menghasilkan karya. Kesuksesan dalam berkarya membutuhkan dedikasi yang tinggi. Iya, kan?

Namun, bagaimana caranya agar menjadi seorang penulis yang produktif? Berikut kami hadirkan beberapa langkah yang akan membuat produktivitas menulismu meningkat.

Siapkan waktu khusus menulis. Kamu harus mulai menyiapkan waktu khusus untuk menulis. Bisa sejam setiap hari atau mungkin lebih. Bisa pada pagi hari ataupun malam hari. Terserah. Intinya setiap hari kamu harus menulis. Kamu harus membuat jadwal menulismu sendiri dan kamu harus menaatinya. Hal ini bukan hanya akan membuatmu produktif, melainkan juga akan meningkatkan keterampilanmu dalam menulis.

Tentukan jumlah kata perhari. Selain menentukan berapa lama kamu menulis, kamu juga bisa menentukan berapa banyak kamu harus menulis dalam sehari. 500 kata perhari? 1000 kata perhari? Atau, lebih dari itu, misalnya 2000 kata perhari? Kamu harus menentukannya sendiri sesuai dengan kemampuan yang kamu miliki.

Beri hukuman untuk diri sendiri. Jika kamu sudah membuat jadwal menulismu sendiri dan sudah menentukan jumlah kata yang harus kamu tulis dalam sehari, buatlah hukuman untukmu sendiri jika kamu tidak bisa memenuhi aturan tersebut. Hukuman ringan saja. Kalau bisa yang kreatif. Misalnya, kamu tidak akan membuka Facebook selama 12 jam, atau lari keliling kompleks sebanyak satu putaran, atau bersedekah 10 ribu ke masjid, atau apa saja terserah kamu.

Beri penghargaan untuk diri sendiri. Selain menghukum diri sendiri ketika tidak memenuhi aturan yang sudah kamu sepakati, tentu kamu juga harus memberikan penghargaan untuk dirimu sendiri ketika kamu mampu menjalankan aturan-aturan yang sudah kamu buat sendiri. Misalnya, kamu membeli makanan kesukaanmu, atau membeli buku yang ditulis oleh pengarang favoritmu, atau jalan-jalan ke pantai, atau apa pun terserah kamu.

Temukan writing buddy. Cari temanmu yang juga ingin menjadi penulis profesional dan beritahukan kepadanya aturan-aturan yang sudah kamu tentukan. Lebih bagus jika dia juga sudah menentukan aturan-aturan untuk dirinya sendiri. Buatlah kesepakatan untuk saling memberikan semangat dan energi. Setiap hari kalian harus melaporkan progres menulis. Apakah sudah sesuai rencana? Atau, tidak sesuai rencana? Jika begitu, berdiskusilah kenapa hal itu bisa terjadi. Biasanya, jika kamu memiliki teman seperjuangan, kamu akan bergairah untuk mewujudkan obsesi menulismu.

Kira-kira seperti itulah yang ingin kami sampaikan kepadamu. Semoga bermanfaat, Sobat![]

Share this :