Blog

5 Kiat Memilih Kata yang Tepat

Diterbitkan 30 April 2016

Menemukan kata yang tepat, bagi Gustave Flaubert, adalah pencarian seumur hidup. Dalam membuat satu kalimat, dia selalu menghabiskan waktu sampai berhari-hari hanya untuk mendapatkan kata yang tepat.

Mungkin kita akan mencap Flaubert sebagai seorang perfeksionis kepala batu yang terlalu berlebihan. Namun, keseriusan Flaubert dalam mencari kata yang tepat itu memang patut kita tiru.

Jika sebelumnya kita pernah mengulas beberapa contoh karya yang kurang teliti dalam memilih kata yang tepat (baca Menulislah dengan Kata yang Tepat), kali ini kami akan hadirkan 5 kiat tentang bagaimana memilih kata yang tepat.

Berikut adalah 5 kiat cara memilih kata yang tepat.

Bersabar ketika Menulis

Menulis adalah pekerjaan yang membutuhkan kesabaran. Banyak dari kita menggunakan kata yang tidak tepat lantaran kita tidak bersabar dalam menulis. Kesabaran yang dimaksud di sini adalah kita jangan dulu cepat berpuas diri dengan apa yang telah kita tulis. Baca kembali kata demi kata yang telah kita pilih. Pikir-pikir kembali. Apakah kata yang kita pilih itu sudah tepat dengan apa yang ingin kita sampaikan? Apakah kata-kata itu terlampau rumit padahal ada kata-kata yang lebih mudah untuk kita gunakan?

Jangan Malas Membuka KBBI

Jika kita mengaku ingin menjadi penulis, jangan pernah malas membuka KBBI. Jika kita tidak memiliki versi cetaknya, kita bisa menggunakan KBBI versi daring. Kita juga bisa mengunduh aplikasi KBBI di ponsel android kita. Ketika kita ragu terhadap sebuah kata, bukalah KBBI. Jika penggunaannya sudah tepat, teruskanlah menulis. Jika belum tepat, cari lagi!

Jangan Tertipu Tesaurus

Menggunakan tesaurus tidak akan membuat kita terlihat lebih cerdas. Tesaurus hanya akan membuat kita terlihat sedang mencoba untuk terlihat cerdas. Kita jangan pernah berpikir bahwa satu kata bisa diganti dengan kata lain begitu saja dengan mudahnya. Kita tidak akan bisa begitu saja mengganti kata "kurus" dengan "ramping", misalnya, ketika kita ingin menggambarkan seorang pemuda yang kondisi kehidupannya menyedihkan. Meskipun kata "kurus" dan "ramping" berada di satu entri dalam tesaurus, lihat konteks ceritanya. Ramping lebih tepat ketika sedang menggambarkan tubuh seorang perempuan yang langsing dan ideal.

Waspada terhadap Kata-Kata yang Indah

Terdapat perbedaan antara kata yang indah dan kata yang tepat. Kata yang indah belum tentu merupakan kata yang tepat. Itu sebabnya kita harus waspada. Kita harus mengingat kembali perkataan Jack Kerouac ini, "Suatu hari aku akan menemukan kata yang tepat, dan kata yang tepat itu pastilah kata yang sederhana." Lihatlah, penulis besar saja mengatakan bahwa kata yang tepat itu pastilah kata yang sederhana, bukan kata yang indah.

Stop Pleonasme!

Apa itu pleonasme? Menurut J.S. Badudu, pleonasme adalah sifat berlebih-lebihan. Ketika kita menggunakan dua kata yang sama artinya dalam satu kalimat, padahal kita bisa saja menggunakan satu kata saja dari dua kata tersebut, itulah pleonasme. Contohnya terdapat dalam kalimat ini, "Kedua orang itu saling hormat-menghomati." Padahal, "saling menghormati" atau "hormat-menghormati" saja sudah cukup.

Demikianlah 5 kiat yang bisa kami bagi kepada kalian. Semoga bermanfaat.[]

Share this :