Blog

4 Elemen Penting dalam Cerpen

Diterbitkan 12 April 2016

Jika kamu memutuskan ingin menjadi cerpenis, perhatikanlah 4 elemen ini baik-baik.

Karakter

Karakter adalah bagian paling penting dalam sebuah cerita pendek. Mereka tidak harus loveble, yang penting pembaca mengerti apa yang diinginkan dan apa yang telah dilakukan oleh karakter itu. Karena ruang cerpen itu sempit, kalau bisa tokoh karakternya jangan banyak-banyak. Semakin sedikit tokoh, semakin membuat cerpenmu menarik.

Judul

Mungkin judul terlihat enggak begitu penting dalam cerpen, karena pembaca lebih sering membaca judul secara sekilas saja, dan langsung serius membaca isinya. Yang pembaca butuhkan adalah, “Berikan kami cerita! Tidak peduli judulnya kayak gimana!” Namun, meskipun begitu, judul adalah hal pertama yang dilihat oleh pembaca (meskipun sekilas). Jadi, enggak masalah kan kalau memberikan judul yang oke punya untuk pembaca kamu? Kalau bisa beri judul yang sederhana saja agar mudah diingat. Percayalah, dalam segala hal, kesederhanaan selalu menang! Sederhana di sini bukan berarti asal-asalan, ya.

Kalimat Pertama

Kalau kamu ingin menulis cerpen, jangan anggap remeh kalimat pertama! Buatlah kalimat pertama yang langsung dapat menonjok pembaca. Kalau perlu, buat pembacamu sampai babak belur! Tidak perlu indah-indah dan terlalu centil bermain-main kata. Ingat, kita ini penulis prosa, bukan penyair! Alangkah baiknya, bikin kalimat pertama yang membuat pembacamu penasaran. Membuat kalimat pertama dalam cerpen memang enggak mudah. Butuh kerja keras yang serius. Contoh kalimat pertama yang oke banget adalah cerpen “Saksi Mata” karya Seno Gumira Ajidarma: Saksi mata itu datang tanpa mata. Pembaca seakan ditonjok. Saksi matanya kok enggak punya mata?

Twist Ending

Nah, ini nih yang paling sering dipakai sama cerpenis. Bisa dibilang, keistimewaan sebuah cerpen adalah twist ending-nya atau ending yang enggak terduga dan mengejutkan. Sekali lagi, mohon diingat, cerpen itu ruangnya pendek. Tapi, biarpun ceritanya pendek, dengan twist ending inilah sebuah cerpen bisa bertahan lama di benak pembaca. Sekali baca sebentar langsung diingat selamanya.

Selesai. Jika artikel ini bermanfaat buat kamu, silakan di-share ke semua orang. Sharing is caring.[]

Share this :