Blog

10 Cara Membuat Dialog yang Oke Punya!

Diterbitkan 7 April 2016

Lewis Carrol pernah berkata, “Apa gunanya sebuah buku, jika tidak ada gambar dan percakapan?”

Buku fiksi tanpa gambar mungkin masih ada gunanya, tapi bagaimana jika buku fiksi tanpa percakapan atau dialog?

Kalau cerpen tanpa dialog masih okelah, karena siapa tahu saja itu adalah cerpen eksperimental yang berusaha menjadi unik demi pencapaian estetik.

Namun, bagaimana jika novel tanpa dialog? Apalagi jika novel itu beratus-ratus halaman? Waduh, pasti malas banget bacanya!

Soalnya, dialog dalam fiksi itu fungsinya adalah untuk membuat tokoh karaktermu menjadi lebih hidup.

Selain itu, dialog juga akan membuat karya fiksimu menjadi tidak membosankan.

Namun, ya, membuat dialog yang bagus itu memang butuh latihan dan kesabaran.

Berikut adalah 10 cara membuat dialog yang patut kamu pelajari!

1. Baca dialog buatanmu dengan suara keras. Jangan keras-keras banget. Kira-kira cukuplah untuk kamu dengar sendiri. Hal ini akan membantumu untuk mendengarkan seperti apa suara karaktermu itu, juga untuk mengetahui apakah dialog buatanmu itu cukup realistis.

2. Jangan gunakan dialog untuk menyampaikan informasi yang bertele-tele. Dalam kenyataannya, orang-orang tidak akan berbicara seperti ini: “Semenjak aku sampai di sini pada pukul satu, siang terasa begitu terik, dan aku merasa haus.”

Untuk latar waktu dan cuaca mungkin bisa diganti dengan narasi, dan untuk informasi soal aku yang merasa haus, bisa dijadikan sebagai dialog.

3. Dialog harus terdengar nyata, tapi bukan berarti dialog itu harus benar-benar mirip dengan dialog yang kamu dengar di kehidupan sehari-hari. Kamu tidak perlu menggunakan kata halo, selamat tinggal, dan obrolan-obrolan membosankan lainnya dalam keseharian. Hapus semuanya!

4. Dialog yang bagus harus bisa menggerakkan ceritamu. Cara terbaik untuk melihat dialog yang oke adalah dengan cara menonton teater, menonton film, atau cukup menyalakan tv dan saksikan bagaimana orang-orang di sana berbicara.

5. Jika kamu ingin tokoh karaktermu berkata, “Aku membutuhkanmu,” pikirkanlah kira-kira kalimat apakah yang akan mereka gunakan. Mungkin mereka harus berkata, “Bisakah besok kamu datang pagi-pagi sekali ke tempatku?”

6. Belajarlah tentang bagaimana menulis tanda baca yang baik dan benar untuk dialog. Ini akan sangat berguna untukmu sebagai seorang penulis, dan ini akan membuat karyamu terlihat lebih profesional ketika penerbit membacanya.

7. Penjelasan seperti katanya atau ujarnya tidak mengapa. Jangan khawatir tentang pengulangan, karena pembaca tidak akan terganggu. Kamu juga bisa menggunakan penjelasan lainnya seperti bisiknya, teriaknya, bantahnya, jelasnya, tambahnya, dan lain-lain. Hal tersebut akan membuat ceritamu lebih asyik.

8. Jika dalam ceritamu terdapat dua karakter sedang berdialog, buatlah mereka sedikit berdebat atau saling tidak sepakat. Percayalah, jika semua orang saling sepakat satu sama lain, ceritamu akan terasa sangat datar.

9. Pikirkanlah tentang suara masing-masing karakter buatanmu. Buatlah suara mereka berbeda agar lebih menarik. Mungkin salah satu karaktermu harus menggunakan kalimat yang pendek-pendek, dan karaktermu yang lain menggunakan kalimat yang meledak-ledak.

10. Setiap karakter tidak perlu langsung menjawab atau menanggapi perkataan karakter yang lain. Terkadang, tidak berkata apa-apa memiliki makna yang lebih luas.

Bagaimana? Apakah 10 cara di atas cukup membantumu dalam membuat dialog? Kalau kepalamu mengangguk, tulislah dialogmu sekarang!

Share this :