Gara-Gara Mimpi

olehRima Diterbitkan 15 April 2015

Gara-Gara Mimpi


Gara-Gara Mimpi



Gara-gara mimpi, yang dulu hidup mengalir seperti air, sekarang punya arah yang harus dituju.



Gara-gara mimpi, yang dulunya suka pasrah, sekarang menjadi pribadi yang berprinsip sampai kadang dibilang keras kepala.



Gara-gara mimpi, yang dulunya anak mama papa, sekarang jadi lebih mandiri sampai terkadang dianggap tidak butuh mereka.



Gara-gara mimpi, suka sering berantem sama ortu kalau dianggap tidak sesuai dengan keinginan mereka.



Gara-gara mimpi, yang nggak pernah nulis “diary”, sekarang buku penuh coretan evaluasi dan target-target kedepan.



Gara-gara mimpi, jadi punya mata panda, karena harus bergadang semalaman buat belajar upgrade skill.



Gara-gara mimpi, ortu, kakak, adik, kadang suka sebel karena lebih sering mikirin mimpi dibanding mereka.



Gara-gara mimpi, jadi suka galau kalau sudah ketemu yang namanya gagal. Tapi bakal heboh sendiri kalau lagi semangat tingkat tinggi.



Gara-gara mimpi, kadang suka berbuat nekat kalau sudah kehabisan akal.



Gara-gara mimpi juga, bisa belajar arti dari kesungguhan, kesabaran, kerja keras dan hal postif lainnya.



Dan gara-gara mimpi, jadi mengerti perbedaan antara orang hebat dengan orang biasa.


Baca Juga

STUDI BANDING DI ISTANA SEMUT

oleh: Hotma D.L. Tobing

Berburu ke padang datar, mendapat rusa belang kaki Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak ja....

  • 432
  • 1
  • 0
  • 0
  • Cerita Pendek

How To Be Grateful

oleh: AiRin Chan

hidup itu adil bukan?ada orang yang memiliki harta, kekayaan, akan tetapi memiliki hidup yang sepert....

  • 356
  • 0
  • 0
  • 0
  • Fiksi Kilat

Catatan Seorang Traveler #3

oleh: Bintang Cyaditra

Mall bukanlah tempat yang terlalu buruk

  • 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • Cerita Pendek
Karya Lainnya dari Rima

Surat Untuk Ayah

oleh: Septha Rima

Synopsis is not available

  • 488
  • 0
  • 0
  • 0
  • Lainnya

Deg-Degan, Mungkinkah ini…?

oleh: Septha Rima

Synopsis is not available

  • 401
  • 1
  • 1
  • 0
  • Lainnya

PURNAMA

oleh: Septha Rima

Synopsis is not available

  • 450
  • 1
  • 1
  • 0
  • Puisi