Detail Karya

Penulis_Amatir
Karya lainnya oleh Penulis_Amatir

FEMINIS SAAT INI

oleh: Penulis_Amatir

Baiklah, untuk memulai tulisan saya disini, bahasa saya agak formal ditulisan ini supaya terlihat in....

  • 51
  • 0
  • 0
  • 0
  • Lainnya
Baca juga

TELEPON YANG PINTAR BERBUNYI DAN BERNYANYI

oleh: hotmadihita

Banyak insan membiarkan benda ini karena merasa, ah

  • 408
  • 1
  • 0
  • 0
  • Puisi

Mendidik Indonesiaku by Jamaluddin

oleh: irnabonbon

Lelang Buku Bayar Karya di group Love Books A Lot Indonesia (@LoveBooksALot) dengan tema: Mendidik I....

  • 722
  • 0
  • 0
  • 0
  • Lainnya

Api yang Memadam

oleh: Kaka_Kiki

Ringkasan cerita tidak tersedia

  • 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • Lainnya
Diterbitkan 30 March 2020

FEMINIS SAAT INI

Ringkasan Cerita

Baiklah, untuk memulai tulisan saya disini, bahasa saya agak formal ditulisan ini supaya terlihat intelektual padahal saya tidak seperti itu. Saya hanya menulis keresahaan saya dengan feminis saat ini. Mungkin saya tidak terlalu dalam mempelajari apa kata arti feminis, dan saya tidak mengenelarkan bahwa feminis seperti yang saya tuliskan, mau itu sisi baik atau buruknya. Dan saya juga hanya mengutarakan apa yang saya resahkan dan rasakan belakangan ini mengenai feminis, mohon dimaafkan jika penulisan saya kurang berkenan dan tidak sesuai dengan keadaan yang ada karena ini hanya pendapat saya saja. Feminis adalah sebuah ideologi dimana kesetaraan adalah yang diutamakan, kesetaraan antara gender, secara singkat saya definisikan seperti itu. Tapi terkadang ada segelintir orang yang salah mendefinisikan feminis tersebut, seperti mereka merasa bahwa feminis itu adalah bahwa wanita harus diatas kaum pria, oh, maaf jangan tersinggung, sekali lagi saya sampaikan, ini tidak mengeneralkan kaum feminis. Saya sering melihat berseliwiran akun feminis di sosial media saya, dan saya sangat suka dengan gerakan mereka yang menjunjung tinggi kesetaraan gender awalnya. Saya mengikuti akun feminis tersebut, mereka memposting segala hal tentang feminis dan hal-hal mengenai hak asasi manusia. Saya masih menyukai hal tersebut, sampai suatu hari admin mereka memposting tautan tentang wanita yang memilih untuk menikah dengan foto ayah mempelai wanita mengantarkan anak perempuannya kepada calon suami (mungkin sudah menjadi suaminya saat ini), menurut admin yang memegang akun tersebut bahwa wanita seperti benda yang bisa diestafe, dan mengajak untuk wanita untuk tidak menikah. Dan berbagai komentar dari warga net yang pro dan kontra. Saya termasuk kontra dengan pendapat si Admin tersebut, saya memang bukan feminis yang mati-matian bahwa wanita adalah diatas pria. Menurut saya feminis bukan berarti tidak menikah, mereka boleh menikah dengan orang yang mereka cintai, mau itu wanita atau pria. Sebagai wanita yang saya sayangkan oleh admin tersebut adalah mengapa dia berpendapat bahwa wanita yang menikah itu tunduk pada partriarki. Seharusnya sebagai sesama wanita kita harus saling mendukung segala pilihan yang kita mau. Tidak semua pria itu brengsek dan superior, ada diantara mereka yang bisa mengerti kita sebagai wanita dan menjunjung tinggi kesetaraan, tergantung kalian, para wanita bagaimana bisa mencari pasangan yang seperti itu. Saya dulu juga menggebu-gebu dengan gerakan tersebut, menudukung memababi buta dengan hal-hal yang baru saya tahu sedikit itu. Tapi semakin kesini, saya semakin paham bahwa feminis adalah ideologi bagaimana kesetaraan diutamakan, mau itu untuk wanita atau pria. Dulu juga saya tidak ingin menikah karena menurut saya wanita feminis itu harus bisa independen, ya seindependennya seorang wanita pasti masih membutuhkan seseorang disisinya untuk mendukung dan memberi kasih sayang kepadanya, itu sangat manusiawi. Menurut saya, hanya orang yang baru mengerti sedikit tentang feminis yang menganggap bahwa wanita adalah diatas pria, wanita bisa hidup sendiri dan feminis tidak perlu menikah. Tapi saya salah. Feminis itu adalah membangun sebuah kesetaraan antar manusia tidak perduli gender mereka itu apa, mengutarakan hak-hak kita sebagai manusia dan hak menghargai keputusan orang lain

  • Kategori: Lainnya
  • Genre: Lainnya
  • 51 Pembaca
  • 0 Komentar
  • 0 Dibagikan
  • Tambahkan Komentar