Jobs in My Life

olehEvy Diterbitkan 7 February 2015

Erorrr....


 


Kemarin, gue dapat panggilan interview, pekerjaan yang gue lamar beberapa hari yang lalu. Sekarang gue mau nyari pekerjaan tetap, setelah gue menyelesaikan beberapa tulisan gue, gue janji mau kerja yang tetap aja. Mau buat ortu gue bangga juga, biar enggak malu, anaknya, ngaku penulis tapi belum punya karya. Tetap sih, nulis tapi seminggu sekali or dua kali aja. Hehehe


 


Enggak ada yang maksa gue, Cuma gue ingin hidup gue lebih teratur aja, kayak dulu, heheheh walaupun api mimpi itu masih tetap akan berkobar didalam jiwa gue.


 


Dari kemaren gue ngelamar dan ngirim email, enggak ada yang gue datangi setiap ada panggilan interview, gue masih aja sibuk sama tulisan-tulisan gue yang enggak kelar-kelar.


Kemaren, gue dapat panggilan kerja tiga sekaligus di jam yang sama, spg, receptionis dan guru bantu/pendamping anak-anak berkebutuhan khusus.


 


Gue pengen banget jadi guru apalagi untuk anak-anak yang beda dari yang lain, sekaligus belajar memahami perasaan mereka, karena pasti mereka punya dunia sendiri, dan asyik dengan dunianya. Namun untuk menjadi guru, diharuskan pendidikan yang tinggi. Tapi untungnya kali ini ada kesempatan walaupun hanya menjadi asisten guru.


 


Tapi, kayaknya gue gagal deh, dalam tesnya, selain tes psikologi, dan membaca cerita seperti mendongeng  dengan gaya sendiri-sendiri. Terus diruangan kedua kita di tanya oleh tiga juri seperti Indonesian idol, nah salah satu jurinya ada yang bertugas merekam dan kita disuruh mengulang bacaan tadi dengan daya ingat kita,  dan sekali lagi dengan gaya kita.


 


Aduhh,,, gue itu paling malu kalau direkam apalagi bikin video, pernah nih, ada kompetisi menulis dengan membuat video yang harus di share ke youtube, nah si nur (sodara gue) yang bertugas merekam dan gue sudah menulis bahan yang mau diomongin didepan kamera, tetap aja 5 menit berlalu tanpa suara.


Apalagi tadi...!!!! gue gugup banget, kehilangan semua yang ada di dalam otak gue, enggak bisa ngomong dalam beberapa menit. Setelah itu jurinya mulai mengetes daya ingat gue, dengan cara menanyakan hal-hal yang enggak gue ingat di bahan cerita tadi.


 


Aduhhh, gue itu pelupa abisss. Pernah kejadiannya waktu gue jadi Asistennya Mbak Else (Ast. Hrd), ceritanya gue disuruh menyimpan kunci lemari yang berisi dokumen-dokumen penting. Mulai dari soal-soal tes dari sma hingga S2, kunci jawaban soal dan surat kontrak, dan masih banyak lagi dokumen penting (Bukan secret lagi tapi sudah Confidential). 


 


“Vy, kamu simpan ini kunci ditempat yang aman, ya?” Kata Pak Musfir, bosnya Mbak Else (Bos dari bos gue)


“Baik, Pak” Jawab gue semangat.


 


Keesokan harinya, ketika Pak musfir mau ngambil kunci itu dari gue, gue lupa naruh tuh kunci dimana? 


 


“Coba, kamu ingat-ingat, lagi?” Tanya Pak Musfir (Masih jam delapan pagi)


“Iya Pak,” Gue kebingungan


“Masih belum ingat, nyimpannya dimana?” Tanya Pak Musfir (sehabis makan siang)


“Belum, pak” Mulai keringatan, panik dan nafas ketahan


“Gimana, nih, Vy? Coba kamu cari lagi?” Sepertinya Pak Musfir mulai lelah (jam 07.00 malam)


“Maaf ya, Pak?” Muka mau nangis


Recruitment batal, enggak bisa ngirim hasil tes calon karyawan ke Samsung Korea, Satu divisi Hrd, enggak kerja, gara-gara “gue”.


“Yasudah, kamu pulang saja, sudah malam” Ucap Pak Musfir (Ini bos paling baik dalam sejarah pekerjaan yang pernah gue geluti) Mbak Else juga enggak marah. Yah gimana mau marah saat kerja di sana, gue baru lulus sma dan belum keluar ijazah. Jadi dianggap masih anak kecil.


Kebiasaan gue kalau mau pulang kerja , gue selalu bersihin meja dan komputer. Nah pada saat gue mau bersihin keyboard, dan gue angkat keyboardnya, ternyata, kunci lemarinya ada dibawah keyboard komputer gue. “Astaqfirullah...” satu divisi mengucapkannya Istiqfar bareng.  (Mari kita sama-sama menyebut hamdallah, Alhamdulillah)


Kata Pak Musfir lagi “Saya, tipe orang pelupa, Asisten saya Else, orang yang pelupa juga dan sekarang kamu juga,ikut-ikutan jadi pelupa” Sambil tertawa (Kita satu team pelupa) Parahhhhhh...!!!!!


 


Dan, tes yang ketiga setelah lupa menceritakan isi bahan cerita yang diruangan pertama, akhirnya gue disuruh keruangan ketiga. Sesampainya disana, ruangannyabesar dan lengkap dengan bola-bola besar, lantai karpet dengan susunan tangga yang sudah diberi tanda, huruf dan angka yang sudah memenuhi dinding, (Mungkin ini untuk mengasah sel motorik anak, kali ya?)


 


Bagai model rasanya, di foto berkali-kali, disuruh berdiri tegak dan pejamkan mata hingga 30 detik, setelah itu kita disuruh menaikan kaki kebelakang dan pejamkan mata lagi hingga beberapa menit, setela itu kita difoto lagi (Udah kayak model) setelah itu gue disuruh merangkakmaju dan mundur. Begonya gue bukannya merangkak mundur malah jalan mundur sambil kayang (Kalau dewi persik, mah bagus...) sampai orang yang ngetes gue bilang.


“Merangkak, mbak, merangkak?” Ucapnya


“Iya, ini saya sedang merangkak..” Jawab gue enggak mau salah dan dia ketawa. Sebeellllll, gue...  


Bego banget sih gue, (Padahal, sumpah deh, gue ngerti cara merangkak, itu hanya grogi aja) saat itu gue merasa kayak si Tris dalam film Differgent. Hhahahah 


 


Dan setelah itu, gue enggak yakin bisa dapat tuh kerjaan! Tapi juga namanya usaha ya, yang penting udah berusaha. Dan kalau dibilang pengalaman bego gue banyak banget!


 

Baca Juga

Rawon

oleh: Imam Ocean

Ringkasan cerita tidak tersedia

  • 442
  • 1
  • 1
  • 0
  • Cerita Pendek

Jenuh, ataukah lelah untuk bertahan?

oleh: rere gabriela

Sudah selama ini dan seakan terasa begitu biasa untuk merasakan sebuah rasa...

  • 419
  • 2
  • 1
  • 0
  • Cerita Pendek

Suatu Hari di Masa SMA

oleh: sahlan khan

cuma cerita abdsurd yang kekanak-kanakan

  • 404
  • 0
  • 0
  • 0
  • Cerita Pendek
Karya Lainnya dari Evy

Puisi

oleh: Evy Yulianty

Kumpulan Puisi... saat hati tertiup oleh rasa, adanya kebenaran cinta melalui kata

  • 1114
  • 0
  • 0
  • 0
  • Artikel

My Blogy

oleh: Evy Yulianty

Di zaman yang serba canggih, semua memakai elektronik dan gadget yang canggih. Untuk curhat aku memi....

  • 10716
  • 3
  • 1
  • 0
  • Biografi

Jobs in My Life

oleh: Evy Yulianty

Kumpulan kisah-kisah dalam menghadapi pekerjaan dari yang kurang penting hingga yang enggak terlalu ....

  • 1283
  • 1
  • 1
  • 0
  • Cerita Pendek