Detail Karya

Endahros
Karya lainnya oleh Endahros

Senyum Ima

oleh: Endahros

Pagi ini aku melihat danau di taman kampus, suara gemercik air, teriknya matahari yang seakan meng....

  • 5
  • 0
  • 0
  • 0
  • Cerita Pendek
Baca juga

Hai Apa Kabar?

oleh: Zie

Ringkasan cerita tidak tersedia

  • 321
  • 0
  • 1
  • 0
  • Cerita Pendek

Sungguh Aku Lupa

oleh: ijal

Seorang ayah yang sedang berusaha mengingat kegiatannya beberapa minggu ke belakang.

  • 502
  • 1
  • 2
  • 0
  • Cerita Pendek

Ockhterlony

oleh: IamOrestilla

Tatkala cintaku tak harus memilikimu. Ketika hatiku harus rela berpisah, walau pada kenyataannya ia ....

  • 563
  • 0
  • 0
  • 0
  • Cerita Pendek
Diterbitkan 10 February 2019

Senyum Ima

Ringkasan Cerita

Pagi ini aku melihat danau di taman kampus, suara gemercik air, teriknya matahari yang seakan menghangat menusuk kulit ku. “Ahh pemandangan yang indah pagi ini, sekumpulan mahasiswa yang asik bercengkrama bahagia uhmm sepertinya mereka pasangan kekasih”, begitu yang aku pikirkan pagi itu. “Hayakkk!!!” suara melengking tajam itu menyentuh gendang telingaku dan hampir membuatku lompat ke danau. “Kamu pasti ngelamun, ngelamunin apa sih? Ah biar aku tebak? Kamu iri yah, sudahlah jomblo-jomblo aja hakhakhakhak” gadis itu terawa terbahak. “ishh apaan sih, gak ya buat apa iri? Jomblo itu merdeka dia bebas mau ngapain aja” ucapku sambil dengan suara agak serak. Gadis itu sahabatku ima jurusan kesejahteraan sosial. Kami berkenalan waktu pendaftaran ulang kuliah, hujan yang deras kala itu memaksa kami untuk berbicara sembari menunggu redanya hujan, tak disangka kami bertemu lagi di kos yang sama membuat kita semakin akrab dan merasakan susah senang bersama. Dia gadis yang periang,cerewet dan lebay berbeda dengan ku. Ima masih berbicara tanpa henti untuk mengejekku jomblo “jomblo kesepian, pak jomblo nih dia, jomblo pak, jomblo mas” bisiknya kepada orang yang lewat. “apa salahnya jomblo? Aku harus menjaga harga diri ku tanpa pacaran, yah aku harus menjadi perempuan yang tidak akan pacaran, maksudnya aku belum menemukan sosok yang aku sukai sebagai tambatan hati”, ucapku dalam hati. “tuh kan, ngelamun lagi, duh yaudah deh kamu sang maha jomblo udah makan?”, tanya si Ima. “oh aku belum lah! nungguin kamu tuh lama, pasti habis godain dosen kan biar cepat lulus”, balas ku pada Ima. “akhh susah deh dosennya di godain tapi, berkat kamu aku dapat pujian loh katanya ide penelitian aku bagus banget, secara kan dosen aku tuh orang teoritis banget apalagi dengan teori sosial dia, masa sih aku harus melakukan pemberdayaan, kamu tahu kan itu tuh perlu memakan waktu dan uang”, jelas si Ima padaku. “ummm, kamu gak senang?”,balasku. Ima melihatku bingung “senang? Kenapa?”, ucap ima. “Pujian dosen kalau dia suka ide penelitianmu, bukankah dia yang sulit?”, jelasku pada Ima Ima tersenyum “kamu benar!! Itu yang terpenting, sekarang ayuk kita makan untuk merayakan ini” “nah gitu, itu yang aku tunggu hehehe” balasku kepada Ima.

  • Kategori: Cerita Pendek
  • Genre: Drama
  • 5 Pembaca
  • 0 Komentar
  • 0 Dibagikan
  • Tambahkan Komentar