Detail Karya

Bustomi
Karya lainnya oleh Bustomi

Tukang Hukum

oleh: Bustomi

Cerpen tentang pahlawan keadilan.

  • 364
  • 1
  • 1
  • 0
  • Cerita Pendek

Pesan Terselubung

oleh: Bustomi

Selamat Hari Pahlawan! Mari kita mengenang pahlawan!

  • 478
  • 0
  • 0
  • 0
  • Cerita Pendek

Air dan Minyak

oleh: Bustomi

2 Sahabat, 1 Cinta, 2 Ideologi, 2 prinsip.

  • 588
  • 2
  • 2
  • 0
  • Cerita Pendek
Baca juga

Denting-Denting Hati

oleh: 21juli1961

Konon, cinta pertama yang paling sukar dilupakan. Itulah yang terjadi dengan Jane dan Doni.

  • 201
  • 0
  • 0
  • 0
  • Cerita Pendek

Namira

oleh: Didaz

Plak…. !, suara tamparan itu masih terngiang ditelinga Namira, di sela sela sedu tangisnya di mala....

  • 159
  • 1
  • 0
  • 0
  • Cerita Pendek

Mamah Minta Mantu

oleh: Limja

Kalau Mamah-mamah lagi kondangan, biasanya yang diobrolin hanya satu dan muter-muter ke topik-topik ....

  • 13
  • 1
  • 1
  • 0
  • Cerita Pendek
Diterbitkan 27 December 2013

Hama

Ringkasan Cerita

Lelaki petualang itu mengundangku di hutan jati kembang, mengajak kaki-kakiku menyisir jalan setapak jati kembang. Saat rekah senyumnya hanya mengatup. Tipis. Tak pernah dibiarkannya kumpulan gigi yang serupa kawanan kuda putih itu terkena sinar mata. Hanya mata. Siapa pun pemilik mata, termasuk aku. Seolah-olah nyalang mata begitu menakutkan. Memberdirikan bulu kuduk. Seperti hendak menerkam gigi-gigi itu, menggigit lehernya, memutus pembuluhnya, memuncratkan darahnya, mencabut nyawanya, menggerogoti dagingnya. Ya, ketika senyumnya sebaris bibir tipis, sepanjang ia meyakini, tak mungkin bernyali ia melakukan perjalanan tanpa diriku. “Aku hanya ingin berpetualang, menjelajah bersamamu.” Oh, ucapan itu bahkan lebih mengharu-biru ketimbang redup sinar mentari terhadang dedaunan di dalam rimba jati. Itulah musababnya tak sanggup kutingkahi tiap ia bertutur gagasan.

  • Kategori: Cerita Pendek
  • Genre: Horor
  • 621 Pembaca
  • 3 Komentar
  • 0 Dibagikan
  • Tambahkan Komentar