Detail Karya

Bustomi
Karya lainnya oleh Bustomi

Tempias

oleh: Bustomi

sepenggal kisah romantis. Musim penghujan mendatangi sebuah daratan di bumi. Kita tahu bahwa hujan ....

  • 302
  • 5
  • 2
  • 0
  • Cerita Pendek

Padang Senja

oleh: Bustomi

Cerita romantisme yang kekanak-kanakan. Terinspirasi lagu Coldplay - paradise.

  • 396
  • 0
  • 4
  • 0
  • Cerita Pendek

Balada Maou

oleh: Bustomi

Kisah Samurai Indonesia, dialah Maou (Jepang: Iblis)

  • 413
  • 4
  • 3
  • 0
  • Cerita Pendek
Baca juga

Pintu Rahasia

oleh: Lian

ini bukan sembarang pintu tapi pintu ini bisa di pakai saat genting

  • 62
  • 0
  • 0
  • 0
  • Cerita Pendek

Matahari Juga Tertutup Awan

oleh: Alva

Semua orang memiliki Matahari yang hangat. Namun matahariku redup, kulitku dingin. Dan kini, Matahar....

  • 108
  • 1
  • 0
  • 0
  • Cerita Pendek

Lelaki Tua, Maut, dan Secangkir Kopi

oleh: noorhdee

Kisah tentang lelaki tua yang berjumpa dengan maut.

  • 318
  • 7
  • 2
  • 0
  • Cerita Pendek
Diterbitkan 27 December 2013

Hama

Ringkasan Cerita

Lelaki petualang itu mengundangku di hutan jati kembang, mengajak kaki-kakiku menyisir jalan setapak jati kembang. Saat rekah senyumnya hanya mengatup. Tipis. Tak pernah dibiarkannya kumpulan gigi yang serupa kawanan kuda putih itu terkena sinar mata. Hanya mata. Siapa pun pemilik mata, termasuk aku. Seolah-olah nyalang mata begitu menakutkan. Memberdirikan bulu kuduk. Seperti hendak menerkam gigi-gigi itu, menggigit lehernya, memutus pembuluhnya, memuncratkan darahnya, mencabut nyawanya, menggerogoti dagingnya. Ya, ketika senyumnya sebaris bibir tipis, sepanjang ia meyakini, tak mungkin bernyali ia melakukan perjalanan tanpa diriku. “Aku hanya ingin berpetualang, menjelajah bersamamu.” Oh, ucapan itu bahkan lebih mengharu-biru ketimbang redup sinar mentari terhadang dedaunan di dalam rimba jati. Itulah musababnya tak sanggup kutingkahi tiap ia bertutur gagasan.

  • Kategori: Cerita Pendek
  • Genre: Horor
  • 549 Pembaca
  • 3 Komentar
  • 0 Dibagikan
  • Tambahkan Komentar