Detail Karya

Bustomi
Karya lainnya oleh Bustomi

Malaikat Pencakar Langit

oleh: Bustomi

Sedikit keluar dari tema ideologi dan latar perang... tapi lebih mengentak pembaca untuk memerangi d....

  • 689
  • 1
  • 0
  • 0
  • Cerita Pendek

Titik 30 Menit

oleh: Bustomi

Bacalah baik-baik biar tak terjebak....

  • 544
  • 0
  • 0
  • 0
  • Cerita Pendek

Komet

oleh: Bustomi

Kisah drama keluarga tentang ingatan, harapan, dan perceraian.

  • 472
  • 0
  • 0
  • 0
  • Cerita Pendek
Baca juga

Desember pemberontak?

oleh: Nurinayah

Beraneka ragam cabang rasa tumbuh melengkapi hari. senang tapi tak lama berujung duka lara,, yah ini....

  • 306
  • 0
  • 1
  • 0
  • Cerita Pendek

Pada Hujan, Cinta Bercerita

oleh: IamOrestilla

Cintya, si pemilik hati yang merasa hubungannya dengan Bagas tengah berlayar ke kehancuran. Hujan di....

  • 435
  • 1
  • 0
  • 0
  • Cerita Pendek

Hari yang indah

oleh: rojak

Hari yang indah

  • 315
  • 1
  • 0
  • 0
  • Lainnya
Diterbitkan 27 December 2013

Hama

Ringkasan Cerita

Lelaki petualang itu mengundangku di hutan jati kembang, mengajak kaki-kakiku menyisir jalan setapak jati kembang. Saat rekah senyumnya hanya mengatup. Tipis. Tak pernah dibiarkannya kumpulan gigi yang serupa kawanan kuda putih itu terkena sinar mata. Hanya mata. Siapa pun pemilik mata, termasuk aku. Seolah-olah nyalang mata begitu menakutkan. Memberdirikan bulu kuduk. Seperti hendak menerkam gigi-gigi itu, menggigit lehernya, memutus pembuluhnya, memuncratkan darahnya, mencabut nyawanya, menggerogoti dagingnya. Ya, ketika senyumnya sebaris bibir tipis, sepanjang ia meyakini, tak mungkin bernyali ia melakukan perjalanan tanpa diriku. “Aku hanya ingin berpetualang, menjelajah bersamamu.” Oh, ucapan itu bahkan lebih mengharu-biru ketimbang redup sinar mentari terhadang dedaunan di dalam rimba jati. Itulah musababnya tak sanggup kutingkahi tiap ia bertutur gagasan.

  • Kategori: Cerita Pendek
  • Genre: Horor
  • 954 Pembaca
  • 3 Komentar
  • 0 Dibagikan
  • Tambahkan Komentar