Detail Karya

Bustomi
Karya lainnya oleh Bustomi

Hiu Membiang di Kepala Mama

oleh: Bustomi

Makanya, Mona selalu menangisi seorang diri, meratapi nasibnya yang serta-merta berubah semenjak mam....

  • 781
  • 1
  • 2
  • 0
  • Cerita Pendek

Mengejar Malam

oleh: Bustomi

Kisah romantisme dewasa tentang ambisi dan perpisahan

  • 703
  • 1
  • 0
  • 0
  • Cerita Pendek

Beku

oleh: Bustomi

Cerpen tentang LDR. "Dari jarak ini, aku membayangkan memelukmu, tapi susah kukatakan padamu dengan....

  • 627
  • 1
  • 1
  • 0
  • Cerita Pendek
Baca juga

Hikmah pasir pantai

oleh: Rizuki66

Pernahkah kalian merengek-rengek menginginkan sesuatu dari ortu kalian? Menurut kalian, apa yang aka....

  • 433
  • 0
  • 0
  • 0
  • Cerita Pendek

Jangan Pisahkan Kembar

oleh: Lilong

Ringkasan cerita tidak tersedia

  • 426
  • 0
  • 1
  • 0
  • Cerita Pendek

Keping-Keping Cermin

oleh: fauziatma

Untuk bahagia hanya dibutuhkan sekeping pecahan cermin.

  • 444
  • 3
  • 6
  • 0
  • Cerita Pendek
Diterbitkan 31 October 2014

Di Kebekuan Kota, Para Anjing Meraung-Raung

Ringkasan Cerita

Saat mereka menontonku, wajah anak-anak malang itu begitu antusias. Mata mungilnya tadinya indah penuh ketakjuban dunia. Sekarang aku bisa melihat sesuatu yang buruk di sana. Cahaya visual yang menggambarkan kriminalitas, polusi, perang, percumbuan orang dewasa yang menjijikkan, hingga koruptor-koruptor jahat tersenyum diwawancara. Begitulah yang manusia siarkan lewat kami yang tak berdaya dan selalu dijual-belikan di toko elektronik itu. Ya, ada beragam jenis anjing di sana. Ada yang kelaparan di jalanan lalu jadi anjing jenis pertama. Ada yang terlalu rakus hingga jadi anjing jenis kedua. Mereka hanya melampiaskan nafsunya di kota yang terlampau menggigil ini, membawa hasrat beku kengerian.

  • Kategori: Cerita Pendek
  • Genre: Horor
  • 866 Pembaca
  • 0 Komentar
  • 0 Dibagikan
  • Tambahkan Komentar