Entah ini tentang aku, kalian atau keadan


Ada rasa bosan, ada rasa jenuh, ada rasa lelah, ada rasa ingin di perhatikan, ada rasa rindu, ada rasa ingin di mengerti, ada rasa ingin di dengar, ada rasa ingin di temani, ada rasa ingin kembali, rasa yang bersatu dan bercampur menjadi satu. Rasa yang setiap hari dan setiap waktu harus di rasa, rasa yang setiap waktu membelenggu, rasa yang setiap waktu menyerang, rasa yang hinggap di kala sepi maupun ramai. Berusaha untuk tidak mengeluh, berusaha untuk diam, berusaha untuk tetap menjadi aku yang kuat, aku yang tegar, aku yang ramah, aku yang tersenyum, aku yang ceria, aku yang humoris, semua tetap aku usahakan. Perih kadang harus menyayat hati kecil, perih karena aku harus berpura-pura untuk tersenyum di saat sedih dan sakit sekalipun, perih karena aku harus berpura-pura atas semua sikap yang aku tunjukkan.



Rapuh, mungkin itu kata yang pantas untuk jiwa ini, jiwa yang haus, jiwa yang lelah, jiwa yang sepi. Rapuh, terlihat kokoh ketika di pandang, namun hancur saat kalian sentuh. Jangan tanyakan soal perasaan, karena jika kalian tanyakan itu, maka aku akan menangis. Kalian hanya bagian dari cerita kisah hidupku yang baru saja aku mulai saat aku berada di sini ya di tempat ini, tempat yang penuh kesunyian, tempat yang penuh dengan kejenuhan, tempat yang membuat hidupku seolah jalan di tempat bahkan membuat jiwaku mati terkapar tak berdaya.



Menjaga image, bermuka dua, mencari muka, menjadi hal biasa yang pernah aku rasakan.



Kadang aku tak mengerti mengapa Tuhan mengirim aku ke tempat ini, tapi aku yakin Tuhan sedang mendewasakan aku dengan berbagai ujian hidup, dengan berbagai cerita dan kisah yang ada di depan mata. Sebelumnya aku hanya seorang anak kecil yang tak mengerti atau kalian masih menganggap aku tetap seorang anak kecil, anak bau kencur, anak kemarin yang baru saja tercebur dalam dunia pekerjaan yang beruntung berada di tempat ini? Ya, aku hanya anak kemarin yang baru saja mengetahui pahitnya dunia sebenarnya, kerasnya dunia sebenarnya, busuknya orang-orang sebenarnya. Masalah bagi kalian bertemu anak kecil seperti aku yang banyak orang billang bahwa aku beruntung? Aku tak pernah menggap kalian saianganku, sungguh. Aku menganggap kalian keluarga baru, orang-orang yang dihadirkan Tuhan untuk mendewasakan aku, orang-orang yang dihadirkan Tuhan dengan maksud tertentu.  Tapi, mengapa kalian tega membuatku merasa tersayat di waktu tertentu? Mengapa kalian tega membuatku merasa terkucil di waktu tertentu? Aku tak mengerti apa yang ada di pikiran kalian. Jika yang kalian pikir hanya tentang uang, tentang jabatan, tentang kekuasaan, tentang kepentingan pribadi, aku tidak iri, sungguh. Sungguh aku tidak iri jika uang yang kalian ributkan hanya dengan cara yang licik, cara yang tidak halal, cara yang Allah benci, oops, aku lupa, dalam hal ini mungkin Allah tidak boleh di bawa-bawa karena ini malah kepentingan, jujur jadi hal yang paling ekstrim. Sungguh aku tidak iri pada jabatan jika jabatan yang kalian ributkan tak bisa kalian jalankan dengan amanah, dengan benar dan sesuai tujuan. Aku hanya sedih, ironis melihat pemandangan tak biasa ini, dimana keadilan yang diserukan hanyalah sekedar kata yang tak pernah direalisasikan, dimana kejujuran yang diserukan hanyalah sekedar kata yang tak pernah dipraktekkan. Aku bisa apa? Berontak? Marah? Tidak.!! Aku tau aku tak berhak atas itu, aku hanya seorang anak kecil bau kencur, anak kemarin yang hanya karena berutung ada di tempat ini. Aku hanya dapat tersenyum, bernafas panjang dan berdoa dalam hati agar aku kuat, tak terkontaminasi oleh hal buruk yang kalian lakukan. Aku lebih memilih untuk menyalamatkan diriku, menjauhi dari hal yang di benci Tuhan. Tidak munafik memang semua orang butuh uang, tapi uang masih bisa didapat dengan cara yang lebih baik, yang bersih, yang jauh dari murkaNya. Sok suci? Munafik? Apa lagi istilah lainnya yang perlu aku sandang? Lebih baik dikatakan sok suci dari pada dikatakan sok kotor. Baiklah, aku tidak akan memperpanjang ini, aku hanya ingin kalian mengerti isi hatiku, hati yang berontak, hati yang merasa tak nyaman, hati yang rindu dengan suasana yang damai, tentram tanpa prasangka buruk, hati yang tulus. Aku tidak mendapatkannya di tempat ini, atauuu, justru hati aku yang salah?aku yang terlalu berprasangka?aku yang terlalu berpikir negatif tentang kalian? Iya, semoga aku yang keliru, dengan begitu aku akan menyadari betapa kotornya hatiku telah berpikir yang bukan-bukan tentang kalian, karena aku hanya manusia biasa yang penuh dengan keterbatasan, penuh dengan kekurangan, jauh dari kata sempurna. Kalian memang tidak akan pernah mengetahui dan membaca tulisanku, karena memang tak mungkin aku biarkan kalian membaca karyaku, karya anak kecil yang baru belajar menulis. Karya yang hanya sekedar mengisi kesepian yang tak berhujung, karya yang hanya sekedar menuliskan apa yang ada di dalam hati. Karya sederhana yang sedikit dapat mengurangi beban hati dan pikiran yang sendiri dan menyepi.


Baca Juga

Tentang rasa, doa dan harapan

oleh: Afifah Mujahidah

Ringkasan cerita tidak tersedia

  • 314
  • 0
  • 0
  • 0
  • Puisi

Suatu Hari di Masa SMA

oleh: sahlan khan

cuma cerita absurd yang kekanak-kanakan

  • 8
  • 0
  • 1
  • 0
  • Cerita Pendek

Jodoh

oleh: azzam shouta

Segala sesuatu terjadi karna sebuah alasan. Aku yakin. Karna sebuah alasan pula aku harus bertemu de....

  • 382
  • 0
  • 0
  • 0
  • Cerita Pendek
Karya Lainnya dari AfifahMujahidah84

Entah ini tentang aku, kalian atau keadan

oleh: Afifah Mujahidah

Synopsis is not available

  • 451
  • 0
  • 0
  • 0
  • Cerita Pendek

Realita Kehidupan

oleh: Afifah Mujahidah

Synopsis is not available

  • 344
  • 0
  • 0
  • 0
  • Puisi

Tentang rasa, doa dan harapan

oleh: Afifah Mujahidah

Synopsis is not available

  • 314
  • 0
  • 0
  • 0
  • Puisi