BERTEDUH

oleh@widywidyawati Diterbitkan 19 November 2019

Masa lalu adalah lumbung kenangan, yang menjadi awal aku berdiri seperti hari ini. Hari dimana sudut bibir menyunging ke kiri sambil tersenyum dan berkata dalam hati "Kenapa dulu bisa bisanya tertawa lepas, padahal tahu bahwa pada akhirnya harus saling melepas"



 



Kesepian dan rahasiaku dulu membuatku berjalan lambat, tertinggal jauh. Rahasia bahwa aku sudah memaafkan diri sendiri atas keputusan di masa lalu, perpisahan yang terlambat. Perpisahan yang seharusnya tidak lantas membuatku terluka, karena kami sudah sepakat untuk saling berjalan ke arah yang berbeda.



Di ujung sepi, aku tersadar untuk bisa melepaskan yang tak bisa kupertahankan. Untuk bisa tidak menginginkan apa yang tidak bisa aku miliki. Dan seiring penerimaanku atas takdir, aku berhasil membuktikan bahwa ada yang jauh lebih baik yang berhak tertawa lepas denganku, tanpa harus saling melepas. Dia hadir memberi tawa, canda, luka, harapan, doa, dan bahagia. Dia hadir sudah lama, sebelum aku mengenal luka. Tapi aku manusia biasa, yang menyadari kehadirannya setelah aku terluka. Dia sangat berharga. Dan pada akhirya kami saling mencinta.



Aku sadar memaafkan cerita lama tidak pernah selesai sekali, dan menyembuhkan tidak pernah selesai sehari. Tapi ada yang bisa aku pilih selain itu, berteduh.



Berteduh tidak untuk sebagai persinggahan, tetapi "Tidak ada penawar yang lebih manjur bagi dua insan yang saling mencinta selain pernikahan" (HR. Ibnu Majah)



 



Dengan cinta,



widywidyawati


Baca Juga

Qoute

oleh: Alzullva Rizqhi

Kutipan luar biasa dari film "streer dance 2"

  • 342
  • 1
  • 0
  • 0
  • Opini

Surat Cinta

oleh: Livka Orestilla

Jika cinta tak sanggup kutitahkan, maka kata akan menyampaikannya padamu. Lelaki empat bintang, aku ....

  • 458
  • 3
  • 2
  • 0
  • Artikel

k.e.t.i.k.a

oleh: Livka Orestilla

Ringkasan cerita tidak tersedia

  • 531
  • 1
  • 0
  • 0
  • Puisi
Karya Lainnya dari @widywidyawati

BERTEDUH

oleh: @widywidyawati

Pernah tertawa lepas ? Padahal tahu bahwa pada akhirnya harus saling melepas.

  • 28
  • 0
  • 0
  • 0
  • Cerita Pendek